Wanita Cantik Ini Raup Rp 383 Miliar dari Start-Up dengan 14 Staf
Jumat, 03/02/2012 12:33 WIB
Jo Burston (Foto: SMH)
Sydney - Usianya belum 40 tahun, tapi wanita cantik ini akan segera masuk dalam jajaran orang muda kaya di Australia. Bisnisnya adalah merangkul orang-orang yang merasa 'diabaikan' perusahaan besar.
Ia adalah Jo Burston, anita berusia 39 tahun yang memiliki tujuan 'berani'. Ia merupakan salah satu wirusaha start-up yang fokus pada pasar kecil dan mengenakan biaya premium.
Jo Capital, perusahaan yang didirikan Jo Burston memang tidak bisa berkompetisi dari sisi volume dan harga dengan industri -industri sejenis yang memiliki skala dan modal lebih besar. Karenanya, Jo Capital mendekati kelompok-kelompok konsumen kecil yang merasa 'diabaikan' perusahaan-perusahaan besar itu.
Bisnis jasa pembayaran gaji, migrasi, paket gaji dan manajemen kontrak Jo Capital berkompetisi secara agresif dari sisi harga sekaligus membidik pangsa pasar dan volume yang lebih besar. Secara bersamaan, Jo Capital ingin memberikan pelayanan yang lebih baik dan produk yang lebih inovatif ketimbang kompetitornya yang lebih besar.
Strategi bisnis Burston tersebut berhasil. Bisnis berusia 6 tahun itu berhasil meraup pendapatan AS$ 25,4 juta pada tahun 2010-2011, dan diperkirakan meningkat menjadi AS$ 40 juta atau Rp 383 miliar pada tahun 2011-2012, dengan staf hanya 14 orang.
Ia juga berhasil memenangkan sejumlah kontrak besar di bidang imigrasi, berekspansi ke Selandia Baru pada tahun 2012 dan selanjutnya Asia. Hal itu bisa mendorong Job Capital menuju ambisi berani Burston menjadi perusahaan dengan pendapatan AS$ 100 juta.
Namun sukses yang diraup Burston itu tidak terjadi begitu saja. Di awal-awal bisnisnya, Burston sempat mengalami kesulitan. Ia memutuskan berhenti pada pekerjaannya di sebuah korporasi pada tahun 2005, setelah atasannya tidak menawarkan ekuitas di bisnis tersebut. Dalam beberapa pekan, Burston yang semula memiliki 40 anggota tim, harus melakukan sendiri pekerjaannya.
Ia menghabiskan waktu hingga 6 bulan merencanakan Job Capital. "Ada sedikit momen ketika saya berpikir 'Aku Bisa Melakukannya'. Ini bisa sangat menakutkan dan kesepian ketika Anda tiba-tiba melakukannya sendiri dan harus melakukan semuanya sendirian," ujar Burston seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Jumat (3/2/2012).
Tantangan terbesar Burston datang ketika ayahnya didiagnosa kanker prostat dan kanker tulang sekunder pada tahun 2006, setahun setelah Job Capital dimulai. Ia ingin menghabiskan setiap waktunya dengan ayahnya yang sedang sakit keras, sehingga harus menempuh perjalanan panjang dari Sydney ke New South Wales Central Coast untuk menjenguknya.
Padahal ia memiliki bisnis yang sedang berada pada fase perjuangan dan gaji karyawan yang harus dibayarkan. Burston juga memiliki investor yang harus diberikan kenyamanan. Sebuah pertemuan dengan seorang penyandang dana berhasil mengamankan pendanaan awal untuk Job Capital, seorang mentor untuk Burston dan akses untuk membayar jasa penggajian melalui kantor investor tersebut.
Dengan pendanaan awal tersebut, maka tujuan terpenuhi dan harapan bisa terlewati. Dalam sebuah kesepakatan yang cerdas, Burston bisa mendapatkan saham tambahan jika Job Capital memenuhi target. Setelah dilusi kepemilikan sahamnya di awal, Burston kini menguasai 100% saham Job Capital. Ia berhasil mendapatkan kembali perusahaannya melalui kinerja yang kuat dan si penyandang dana itu mendapatkan imbal hasil yang diinginkan.
Burston mengatakan, kesepakatan pendanaan tersebut membawanya ke sebuah akuntabilitas yang penting.
"Beberapa wirausaha menghindari akuntabilitas pada awal kerjasamanya, mereka hanya ingin jawaban untuk mereka sendiri. Ini (akuntabilitas) jelas apa yang saya butuhkan untuk mencapai kesuksesan," tambah Burston.
Dengan keberhasilannya, wanita berambut panjang itu bisa menjadi salah satu wirausaha wanita dalam daftar orang muda kaya Australia dengan usia kurang dari 40 tahun.
(qom/hen)
Ia adalah Jo Burston, anita berusia 39 tahun yang memiliki tujuan 'berani'. Ia merupakan salah satu wirusaha start-up yang fokus pada pasar kecil dan mengenakan biaya premium.
Jo Capital, perusahaan yang didirikan Jo Burston memang tidak bisa berkompetisi dari sisi volume dan harga dengan industri -industri sejenis yang memiliki skala dan modal lebih besar. Karenanya, Jo Capital mendekati kelompok-kelompok konsumen kecil yang merasa 'diabaikan' perusahaan-perusahaan besar itu.
Bisnis jasa pembayaran gaji, migrasi, paket gaji dan manajemen kontrak Jo Capital berkompetisi secara agresif dari sisi harga sekaligus membidik pangsa pasar dan volume yang lebih besar. Secara bersamaan, Jo Capital ingin memberikan pelayanan yang lebih baik dan produk yang lebih inovatif ketimbang kompetitornya yang lebih besar.
Strategi bisnis Burston tersebut berhasil. Bisnis berusia 6 tahun itu berhasil meraup pendapatan AS$ 25,4 juta pada tahun 2010-2011, dan diperkirakan meningkat menjadi AS$ 40 juta atau Rp 383 miliar pada tahun 2011-2012, dengan staf hanya 14 orang.
Ia juga berhasil memenangkan sejumlah kontrak besar di bidang imigrasi, berekspansi ke Selandia Baru pada tahun 2012 dan selanjutnya Asia. Hal itu bisa mendorong Job Capital menuju ambisi berani Burston menjadi perusahaan dengan pendapatan AS$ 100 juta.
Namun sukses yang diraup Burston itu tidak terjadi begitu saja. Di awal-awal bisnisnya, Burston sempat mengalami kesulitan. Ia memutuskan berhenti pada pekerjaannya di sebuah korporasi pada tahun 2005, setelah atasannya tidak menawarkan ekuitas di bisnis tersebut. Dalam beberapa pekan, Burston yang semula memiliki 40 anggota tim, harus melakukan sendiri pekerjaannya.
Ia menghabiskan waktu hingga 6 bulan merencanakan Job Capital. "Ada sedikit momen ketika saya berpikir 'Aku Bisa Melakukannya'. Ini bisa sangat menakutkan dan kesepian ketika Anda tiba-tiba melakukannya sendiri dan harus melakukan semuanya sendirian," ujar Burston seperti dikutip dari Sydney Morning Herald, Jumat (3/2/2012).
Tantangan terbesar Burston datang ketika ayahnya didiagnosa kanker prostat dan kanker tulang sekunder pada tahun 2006, setahun setelah Job Capital dimulai. Ia ingin menghabiskan setiap waktunya dengan ayahnya yang sedang sakit keras, sehingga harus menempuh perjalanan panjang dari Sydney ke New South Wales Central Coast untuk menjenguknya.
Padahal ia memiliki bisnis yang sedang berada pada fase perjuangan dan gaji karyawan yang harus dibayarkan. Burston juga memiliki investor yang harus diberikan kenyamanan. Sebuah pertemuan dengan seorang penyandang dana berhasil mengamankan pendanaan awal untuk Job Capital, seorang mentor untuk Burston dan akses untuk membayar jasa penggajian melalui kantor investor tersebut.
Dengan pendanaan awal tersebut, maka tujuan terpenuhi dan harapan bisa terlewati. Dalam sebuah kesepakatan yang cerdas, Burston bisa mendapatkan saham tambahan jika Job Capital memenuhi target. Setelah dilusi kepemilikan sahamnya di awal, Burston kini menguasai 100% saham Job Capital. Ia berhasil mendapatkan kembali perusahaannya melalui kinerja yang kuat dan si penyandang dana itu mendapatkan imbal hasil yang diinginkan.
Burston mengatakan, kesepakatan pendanaan tersebut membawanya ke sebuah akuntabilitas yang penting.
"Beberapa wirausaha menghindari akuntabilitas pada awal kerjasamanya, mereka hanya ingin jawaban untuk mereka sendiri. Ini (akuntabilitas) jelas apa yang saya butuhkan untuk mencapai kesuksesan," tambah Burston.
Dengan keberhasilannya, wanita berambut panjang itu bisa menjadi salah satu wirausaha wanita dalam daftar orang muda kaya Australia dengan usia kurang dari 40 tahun.
(qom/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
