detikfinance

Ini Siasat Baru Agus Marto Tekan Subsidi BBM

Ramdhania El Hida - detikfinance
Jumat, 03/02/2012 17:45 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah membatasi konsumsi BBM subsidi tak juga disetujui DPR, dan pemerintah pun malu-malu menaikkan harga. Menteri Keuangan Agus Martowardojo menyiapkan siasat baru. Apakah itu?

Saat ini harga minyak dunia sudah menyentuh US$ 115 per barel atau di atas perhitungan APBN 2012 yang sebesar US$ 90 per barel. Harus ada langkah untuk menahan agar subsidi BBM dan listrik tidak bengkak lagi.

Agus Marto mengatakan, jika pembatasan konsumsi BBM subsidi tak disetujui maka pemerintah akan mengajukan opsi baru yaitu pemberian subsidi BBM dan listrik secara konstan. Maksudnya adalah, misalkan tiap liter BBM ditetapkan subsidi Rp 3.000, maka subsidi ini tidak boleh diubah meskipun harga minyak meroket.

Demikian juga untuk listrik, misalkan tiap Kwh disubsidi Rp 800, maka jika harga bahan bakar naik, subsidi tidak boleh ditambah.

Jadi, dengan kebijakan baru ini maka otomatis harga BBM subsidi atau listrik bakal terus bergerak alias berubah-ubah mengikuti harga minyak. Seperti harga pada bensin non subsidi atau pertamax cs.

"Nanti ingin dilakukan pendalaman, paling jauh yang bisa dilakukan adalah subsidi dalam bentuk nilai rupiah per liter yang bisa disepakati atau subsidi dalam nilai per KwH bisa disetujui. Misalnya, subsidi disetujui Rp 3.000 setiap liter. Subsidi BBM disetujui Rp 3.000 setiap liter, atau subsidi listrik disetujui maksimum Rp 800 per KwH," jelas Agus Marto di kantornya, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Jumat (3/2/2012).

Opsi ini dibuat agar APBN tetap kredibel meskipun harga minyak dunia naik turun. Sehingga anggaran subsidi BBM tidak terus jebol seperti yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir ini.

"Dalam menyusun anggaran subsidi, kami ingin supaya DPR cukup menyetujui jumlah nilai subsidi. Jumlah nilai subsidi ini jangan kemudian dibatasi dengan harga tidak boleh dinaikkan dalam hal ini BBM atau listrik," pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi XI DPR Harry Azhar Azis mengatakan harga minyak mentah yang telah menembus US$ 100 per barel atau di atas perhitungan APBN 2012 yang sebesar US$ 90 per barel. Ini bakal membuat anggaran subsidi energi menembus Rp 200 triliun.

Sementara Anggota Komisi VII DPR Satya W. Yudha mengatakan pembatasan konsumsi BBM subsidi hampir dipastikan batal untuk kedua kalinya karena pemerintah tidak siap. Skenario 'pancingan' kenaikan harga BBM Rp 500-1.500 per liter dari pemerintah pun siap disambut DPR.

Menurut Satya pemerintah kemungkinan besar segera mengirim surat ke DPR agar Badan Anggaran DPR segera membahas soal kenaikan harga BBM ini dan mengesahkan APBN Perubahan 2012.




(dnl/hen)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?