Ngumpetin Data Pajak, Bank Tertua Swiss Digugat AS
Sabtu, 04/02/2012 13:07 WIB
Foto: Reuters
Jakarta - Departemen Kehakiman AS menuntut bank tertua di Swiss karena membantu para wajib pajak AS menghindari pajak. Jumlah kekayaan para wajib pajak yang disembunyikan ini mencapai US$ 1,2 miliar lebih.
Ini merupakan pertama kalinya pemerintah AS menuntut bank asing karena membantu penghindaran pajak. Bank yang dituntut adalah Wegelin and Co yang didirikan pada 1741.
Bank ini dituduh membiarkan para nasabahnya dari AS membuat rekening menggunakan nama palsu atau perusahaan fiktif untuk menghindari pajak.
"Wegelin telah membantu para wajib pajak AS menghindari kewajiban pajaknya. Dan mereka (Wegelin) tidak belajar dari kasus UBS yang sejenis," kata Jaksa AS Preet Bharara seperti dikutip dari CNN, Sabtu (4/2/2012).
Memang pada 2009 silam, pemerintah AS juga pernah menemukan penggelapan pajak oleh salah seorang nasabah asal AS di Bank UBS asal Swiss. UBS pun membayar denda US$ 780 juta dan harus membuka identitas seluruh nasabahnya asal AS.
Jaksa AS menduga saat UBS menghentikan praktiknya untuk menutupi rekening waji pajak asal AS, Wegelin mengambil alih bisnis tersebut.
Pemerintah AS memperkirakan ada dana US$ 16 juta dari Wegelin ke rekening bank di AS yang digunakan untuk mentransfer uang secara rahasia agar terhindar dari pajak.
(dnl/dnl)
Ini merupakan pertama kalinya pemerintah AS menuntut bank asing karena membantu penghindaran pajak. Bank yang dituntut adalah Wegelin and Co yang didirikan pada 1741.
Bank ini dituduh membiarkan para nasabahnya dari AS membuat rekening menggunakan nama palsu atau perusahaan fiktif untuk menghindari pajak.
"Wegelin telah membantu para wajib pajak AS menghindari kewajiban pajaknya. Dan mereka (Wegelin) tidak belajar dari kasus UBS yang sejenis," kata Jaksa AS Preet Bharara seperti dikutip dari CNN, Sabtu (4/2/2012).
Memang pada 2009 silam, pemerintah AS juga pernah menemukan penggelapan pajak oleh salah seorang nasabah asal AS di Bank UBS asal Swiss. UBS pun membayar denda US$ 780 juta dan harus membuka identitas seluruh nasabahnya asal AS.
Jaksa AS menduga saat UBS menghentikan praktiknya untuk menutupi rekening waji pajak asal AS, Wegelin mengambil alih bisnis tersebut.
Pemerintah AS memperkirakan ada dana US$ 16 juta dari Wegelin ke rekening bank di AS yang digunakan untuk mentransfer uang secara rahasia agar terhindar dari pajak.
(dnl/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
