Buka Tahun 2012, Obligasi Rp 10 Triliun Siap Meluncur
Selasa, 07/02/2012 12:12 WIB
Jakarta - Penerbitan obligasi tetap tinggi di 2012. Tercatat dalam satu bulan Januari ini, sudah ada lima perusahaan yang memproses pemeringkatan obligasi dengan nilai mencapai Rp 10 triliun.
Pemeringkatan lima perusahaan dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). "Dari Januari hingga saat ini kami sudah dapatkan lima issuer dengan total nilai obligasi mencapai Rp 10 triliun," jelas Direktur Utama Pefindo Ronald Tauviek A. Kasim di kantornya, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Meski tidak merinci identitas lima perusahaan tersebut, Ronald menambahkan, mayoritas mereka bergerak di sektor financial. Meskipun ada juga perusahaan bidang consumer goods.
Pefindo sangat optimis akan penerbitan obligasi tahun ini. Target akumulasi obligasi dapat mencapai Rp 50 triliun. Ronald mengatakan, ada pula penerbitan medium term notes (MTN) dengan total nilai Rp 5 triliun. Target ini lebih besar dari penerbitan obligasi dan MTN 2011, Rp 51 triliun.
Naiknya emisi obligasi, seperti sudah banyak disampaikan, terdapat surat utang jatuh tempo sekitar Rp 20 triliun-Rp 25 triliun.
"Suku bunga di Indonesia trennya menurun. Ini akan memberikan dampak positif kepada perusahaan yang mau menerbitkan obligasi," tuturnya.
Dari Hasil Peringkat, Pefindo Raih Laba Rp 9,25 Miliar
Pefindo juga mencatat pendapatan usaha Rp 37,84 miliar naik 26% dibandingkan tahun sebelumnya 29,99 miliar. Pendapatan usaha ini terbagi dua yaitu pendapatan jasa pemeringkatan sebesar Rp 36,6 miliar, juga pendapatan jasa valuasi saham sebesar Rp 1,14 miliar.
Beban usaha juga ikut naik 16% dari Rp 22,804 miliar menjadi Rp 26,453 miliar. Dengan ini laba bersih Pefindo meraih laba Rp 9,25 miliar.
"Karena beban usahanya kenaikannya tidak setinggi pendapatan usaha, ini menyebabkan laba bersih kami di 2011 lalu menjadi Rp 9,254 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 7,642 miliar," ucapnya.
Tahun lalu, Pefindo melakukan pemeringkatan obligasi menjadi 91% dari total obligasi yang dikeluarkan tahun lalu. Jumlah terhadap pemeringkatan atas perusahaan pun meningkat menjadi 47 perusahaan dari tahun lalu yang mencapai 24.
Pefindo telah melakukan valuasi saham terhadap 40 perusahaan serta melakukan pemeringkatan atas dua Pemerintah Daerah. "Pemda yang sudah mendapatkan rating dari kami adalah Balikpapan dan Makasar," ungkapnya.
(wep/ang)
Pemeringkatan lima perusahaan dilakukan oleh PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo). "Dari Januari hingga saat ini kami sudah dapatkan lima issuer dengan total nilai obligasi mencapai Rp 10 triliun," jelas Direktur Utama Pefindo Ronald Tauviek A. Kasim di kantornya, Senayan, Jakarta, Selasa (7/2/2012).
Meski tidak merinci identitas lima perusahaan tersebut, Ronald menambahkan, mayoritas mereka bergerak di sektor financial. Meskipun ada juga perusahaan bidang consumer goods.
Pefindo sangat optimis akan penerbitan obligasi tahun ini. Target akumulasi obligasi dapat mencapai Rp 50 triliun. Ronald mengatakan, ada pula penerbitan medium term notes (MTN) dengan total nilai Rp 5 triliun. Target ini lebih besar dari penerbitan obligasi dan MTN 2011, Rp 51 triliun.
Naiknya emisi obligasi, seperti sudah banyak disampaikan, terdapat surat utang jatuh tempo sekitar Rp 20 triliun-Rp 25 triliun.
"Suku bunga di Indonesia trennya menurun. Ini akan memberikan dampak positif kepada perusahaan yang mau menerbitkan obligasi," tuturnya.
Dari Hasil Peringkat, Pefindo Raih Laba Rp 9,25 Miliar
Pefindo juga mencatat pendapatan usaha Rp 37,84 miliar naik 26% dibandingkan tahun sebelumnya 29,99 miliar. Pendapatan usaha ini terbagi dua yaitu pendapatan jasa pemeringkatan sebesar Rp 36,6 miliar, juga pendapatan jasa valuasi saham sebesar Rp 1,14 miliar.
Beban usaha juga ikut naik 16% dari Rp 22,804 miliar menjadi Rp 26,453 miliar. Dengan ini laba bersih Pefindo meraih laba Rp 9,25 miliar.
"Karena beban usahanya kenaikannya tidak setinggi pendapatan usaha, ini menyebabkan laba bersih kami di 2011 lalu menjadi Rp 9,254 miliar dari sebelumnya sebesar Rp 7,642 miliar," ucapnya.
Tahun lalu, Pefindo melakukan pemeringkatan obligasi menjadi 91% dari total obligasi yang dikeluarkan tahun lalu. Jumlah terhadap pemeringkatan atas perusahaan pun meningkat menjadi 47 perusahaan dari tahun lalu yang mencapai 24.
Pefindo telah melakukan valuasi saham terhadap 40 perusahaan serta melakukan pemeringkatan atas dua Pemerintah Daerah. "Pemda yang sudah mendapatkan rating dari kami adalah Balikpapan dan Makasar," ungkapnya.
(wep/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
