detikfinance

Dahlan Iskan Bakal 'Hilangkan' 20 BUMN

Rachmadin Ismail - detikfinance
Rabu, 08/02/2012 20:33 WIB
Jakarta - Tahun ini pemerintah bakal mengurangi 20 lebih BUMN dalam rangka perampingan. Ditargetkan hingga akhir tahun ini jumlah BUMN bakal tinggal 120. Apa saja yang 'hilang'?

Menteri BUMN Dahlan Iskan mengatakan, dari 15 BUMN sektor perkebunan atau PT Perkebunan Nusantara (PTPN) akan disatukan menjadi holding.

"Jadi PTPN yang ada 15 itu akan dijadikan satu, yang 14 bukan BUMN lagi dan berarti jumlah (BUMN) berkurang 14. Lalu BUMN sektor kehutanan juga akan disatukan dengan Perhutani maka akan berkurang 5 (BUMN) lagi. Jadi 14 tambah 5 itu 19. Lalu kalau BUMN farma disatukan akan minimal ada 20 yang berkurang," tutur Dahlan di Istana Negara, Jakarta, Rabu (8/2/2012).

Mantan Dirut PLN ini menegaskan, intinya di tahun ini pemerintah akan mengurangi paling sedikit 20 BUMN dalam rangka perampingan (right sizing).

Untuk holding yang tadi disebutkan, Dahlan berharap prosesnya akan selesai dalam satu bulan lagi. Proses di Kementerian BUMN untuk holding ini selesai, tinggal menunggu proses di kementerian terkait.

Sebelumnya, Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan pemerintah menargetkan hanya terdapat 25 BUMN di 2025. Perampingan dilakukan terkait program restrukturisasi dan revitalisasi BUMN.

Hatta menilai, banyaknya jumlah BUMN menyebabkan tugas perusahaan plat merah tersebut tidak fokus. Pasalnya, terdapat beberapa BUMN yang memegang sektor yang sama.

Dalam Roadmap BUMN berdasarkan rekomendasi konsultan independen dinyatakan jumlah BUMN terlalu banyak dan tidak efisien dengan total BUMN sebanyak 141 BUMN.

Kementerian BUMN merencanakan untuk membentuk holding sektoral dengan tim manajemen yang kuat dan terfokus. Untuk itu perlu dilakukan rightsizing, baik melalui marger, privatisasi, sectoral holding maupun likuidasi. Menurut roadmap tersebut di 2014 diharapkan menjadi 78 BUMN dan di 2025 hanya menjadi 25 BUMN.

Hatta mengeluhkan masih adanya BUMN yang terus merugi. Saat ini tercatat ada 141 BUMN, namun yang sudah memiliki laba hanya 131 BUMN, sedangkan sudah bisa menghasilkan deviden sebanyak 67 BUMN.




(dnl/hen)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?