Awas! Polisi Bakal Kawal Sensus Pajak
Kamis, 09/02/2012 12:04 WIB
Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak akan menggandeng Kepolisian untuk pengamanan kegiatan Sensus Pajak Nasional (SPN). Jadi aparat pajak akan dikawal polisi.
Kegiatan sensus pajak ini akan kembali dilakukan pada April 2012. Karena banyaknya 'perlawanan' dari para wajib pajak, terpaksa Ditjen Pajak meminta pengawalan polisi.
"Sensus kita akan mulai lagi rencananya April 2012, hasil dari sensus 2011 segala kelemahan kekurangan kita perbaiki, tahun lalu kan ujicoba dulu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Berdasarkan pengalaman sensus pajak tahun lalu, Fuad menemukan adanya resistensi atau penolakan dari masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Kepolisian guna pengamanan selama sensus pajak berlangsung.
"Banyaklah ya, khususnya di lapangan kita akan perbaiki dan juga kita perlu ada kerjasama dengan aparat hukum juga nanti, karena teman-teman banyak mengalami perlawanannya itu. Jadi kita perlu juga, ya bukan perlawanan sih, tanda kutiplah (resistensi) dan itu kadang-kadang kita tidak bisa. Pokoknya kita perlu pendampinganlah gitu," jelasnya.
Untuk pengamanan tersebut, lanjut Fuad, pihaknya akan melakukan perjanjian degan Polri. "Nanti rencananya akan ada Mou antara Kementerian Keuangan dengan Polri tetapi sifatnya nanti tidak hanya pajak tapi menyangkut kegiatan keseluruhan Kementerian Keuangan," ujarnya.
Di tahun ini, Fuad mengharapkan masyarakat yang disensus semakin banyak dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, sensus tahun ini lebih panjang daripada di 2011.
"Kita tahun ini 2 jutalah target, ya mudah-mudahan tidak terlalu banyak kendala dan kita juga tahun ini tidak full, misalnya kalau mulai April kan ada 9 bulan ya, tapi efektifnya tidak 9 bulan, karena kan nanti ada musim hujan ada segala macam, hujan itu mempengaruhi, hujan kan biasanya tokonya didatengin tidak ada orang atau pemiliknya tidak datang, ya kalau 9 bulan efektifnya 7 bulanlah 180 hari," pungkasnya.
(nia/dnl)
Kegiatan sensus pajak ini akan kembali dilakukan pada April 2012. Karena banyaknya 'perlawanan' dari para wajib pajak, terpaksa Ditjen Pajak meminta pengawalan polisi.
"Sensus kita akan mulai lagi rencananya April 2012, hasil dari sensus 2011 segala kelemahan kekurangan kita perbaiki, tahun lalu kan ujicoba dulu," ujarnya saat ditemui di Kantor Kemenkeu, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Kamis (9/2/2012).
Berdasarkan pengalaman sensus pajak tahun lalu, Fuad menemukan adanya resistensi atau penolakan dari masyarakat. Untuk itu, pihaknya akan bekerjasama dengan Kepolisian guna pengamanan selama sensus pajak berlangsung.
"Banyaklah ya, khususnya di lapangan kita akan perbaiki dan juga kita perlu ada kerjasama dengan aparat hukum juga nanti, karena teman-teman banyak mengalami perlawanannya itu. Jadi kita perlu juga, ya bukan perlawanan sih, tanda kutiplah (resistensi) dan itu kadang-kadang kita tidak bisa. Pokoknya kita perlu pendampinganlah gitu," jelasnya.
Untuk pengamanan tersebut, lanjut Fuad, pihaknya akan melakukan perjanjian degan Polri. "Nanti rencananya akan ada Mou antara Kementerian Keuangan dengan Polri tetapi sifatnya nanti tidak hanya pajak tapi menyangkut kegiatan keseluruhan Kementerian Keuangan," ujarnya.
Di tahun ini, Fuad mengharapkan masyarakat yang disensus semakin banyak dibandingkan tahun lalu. Pasalnya, sensus tahun ini lebih panjang daripada di 2011.
"Kita tahun ini 2 jutalah target, ya mudah-mudahan tidak terlalu banyak kendala dan kita juga tahun ini tidak full, misalnya kalau mulai April kan ada 9 bulan ya, tapi efektifnya tidak 9 bulan, karena kan nanti ada musim hujan ada segala macam, hujan itu mempengaruhi, hujan kan biasanya tokonya didatengin tidak ada orang atau pemiliknya tidak datang, ya kalau 9 bulan efektifnya 7 bulanlah 180 hari," pungkasnya.
(nia/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
