BI Rate Turun, IHSG Cuma Berkurang Sedikit
Kamis, 09/02/2012 16:11 WIB
Ilustrasi Foto: Angga/detikFinance
Jakarta - Laju pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya bisa tertahan dengan turunnya tingkat suku bunga acuan alias BI Rate. Setelah sempat jatuh lebih dari 30 poin, IHSG ditutup hanya turun 9 poin.
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.960 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.975 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 10,466 poin (0,26%) ke level 3.978,233 tertimpa koreksi yang terjadi di bursa-bursa regional. Aksi jual pun langsung terjadi di saham-saham yang kemarin sudah naik tinggi.
Tekanan jual langsung terjadi sejak awal perdagangan, indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di posisi 3.953,817. Investor mulai mengambil untung memanfatkan naiknya IHSG kemarin.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 33,493 poin (0,84%) ke level 3.955,206. Investor mulai memanfaatkan naiknya indeks kemarin untuk jual saham sambil menunggu perkembangan Yunani.
Aksi ambil untung bisa sedikit berkurang memasuki perdagangan sesi II, sehingga laju pelemahan indeks bisa sedikit melambat. Namun sayang, indeks gagal kembali ke zona hijau.
Menutup perdagangan, Kamis (9/2/2012), IHSG turun tipis 9,711 poin (0,24%) ke level 3.978,988. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 2,474 poin (0,35%) ke level 694,471.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate 25 basis poin (bps) dari 6% menjadi 5,75%. Pasalnya, inflasi terus menunjukkan penurunan.
Selain itu, BI menyatakan perekonomian Indonesia masih kuat meskipun pertumbuhan lebih lambat. Sayangnya, sentimen positif ini tidak diserap dengan baik oleh para pelaku pasar.
Sentimen dari Uni Eropa masih lebih besar pengaruhnya di mata investor. Aksi jual bisa sedikit berkurang tapi tetap saja tidak mampu menyelamatkan indeks dari teritori negatif.
Indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mixed akibat aksi beli menjelang penutupan, koreksi terbanyak diderita oleh indeks sektor aneka industri. Sementara yang paling tinggi menanjak adalah sektor agrikultur.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 133.626 kali pada volume 3.85 miliar lembar saham senilai Rp 5,584 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 92 saham stagnan.
Mayoritas bursa-bursa di Asia masih terjebak di zona merah, hanya bursa saham China yang mampu naik tipis hingga penutupan. Sebelum keputusan bail out Yunani keluar, investor masih menahan diri.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 56.700, Resources Alam (KKGI) naik Rp 450 ke Rp 7.500, Adira Finance (ADMF) naik Rp 350 ke Rp 12.450, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 22.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.900 ke Rp 72.950, Petrosea (PTRO) turun Rp 500 ke Rp 37.800, Lionmesh (LMSH) turun Rp 475 ke Rp 4.525, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 29.050.
(ang/qom)
Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup menguat di posisi Rp 8.960 per dolar AS dibandingkan penutupan perdagangan kemarin di Rp 8.975 per dolar AS.
Membuka perdagangan pagi tadi, IHSG berkurang 10,466 poin (0,26%) ke level 3.978,233 tertimpa koreksi yang terjadi di bursa-bursa regional. Aksi jual pun langsung terjadi di saham-saham yang kemarin sudah naik tinggi.
Tekanan jual langsung terjadi sejak awal perdagangan, indeks sempat jatuh ke posisi terendahnya di posisi 3.953,817. Investor mulai mengambil untung memanfatkan naiknya IHSG kemarin.
Pada penutupan perdagangan sesi I, IHSG melemah 33,493 poin (0,84%) ke level 3.955,206. Investor mulai memanfaatkan naiknya indeks kemarin untuk jual saham sambil menunggu perkembangan Yunani.
Aksi ambil untung bisa sedikit berkurang memasuki perdagangan sesi II, sehingga laju pelemahan indeks bisa sedikit melambat. Namun sayang, indeks gagal kembali ke zona hijau.
Menutup perdagangan, Kamis (9/2/2012), IHSG turun tipis 9,711 poin (0,24%) ke level 3.978,988. Sementara Indeks LQ 45 melemah tipis 2,474 poin (0,35%) ke level 694,471.
Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan tingkat suku bunga acuan atau BI Rate 25 basis poin (bps) dari 6% menjadi 5,75%. Pasalnya, inflasi terus menunjukkan penurunan.
Selain itu, BI menyatakan perekonomian Indonesia masih kuat meskipun pertumbuhan lebih lambat. Sayangnya, sentimen positif ini tidak diserap dengan baik oleh para pelaku pasar.
Sentimen dari Uni Eropa masih lebih besar pengaruhnya di mata investor. Aksi jual bisa sedikit berkurang tapi tetap saja tidak mampu menyelamatkan indeks dari teritori negatif.
Indeks sektoral di lantai Bursa Efek Indonesia (BEI) bergerak mixed akibat aksi beli menjelang penutupan, koreksi terbanyak diderita oleh indeks sektor aneka industri. Sementara yang paling tinggi menanjak adalah sektor agrikultur.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi mencapai 133.626 kali pada volume 3.85 miliar lembar saham senilai Rp 5,584 triliun. Sebanyak 105 saham naik, sisanya 114 saham turun, dan 92 saham stagnan.
Mayoritas bursa-bursa di Asia masih terjebak di zona merah, hanya bursa saham China yang mampu naik tipis hingga penutupan. Sebelum keputusan bail out Yunani keluar, investor masih menahan diri.
Berikut situasi dan kondisi bursa-bursa di Asia sore ini:
- Indeks Komposit Shanghai naik tipis 2,06 poin (0,09%) ke level 2.349,59.
- Indeks Hang Seng turun tipis 8,45 poin (0,04%) ke level 21.010,01.
- Indeks Nikkei 225 melemah tipis 13,35 poin (0,15%) ke level 9.002,24.
- Indeks Straits Times berkurang 5,86 poin (0,20%) ke level 2.976,34.
Saham-saham yang naik signifikan dan masuk dalam jajaran top gainers diantaranya Gudang Garam (GGRM) naik Rp 750 ke Rp 56.700, Resources Alam (KKGI) naik Rp 450 ke Rp 7.500, Adira Finance (ADMF) naik Rp 350 ke Rp 12.450, dan Astra Agro (AALI) naik Rp 300 ke Rp 22.700.
Sementara saham-saham yang turun cukup dalam dan masuk dalam kategori top losers antara lain Astra Internasional (ASII) turun Rp 1.900 ke Rp 72.950, Petrosea (PTRO) turun Rp 500 ke Rp 37.800, Lionmesh (LMSH) turun Rp 475 ke Rp 4.525, dan United Tractor (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 29.050.
(ang/qom)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 25/05/2012 22:03 WIB
Ngirit Anggaran, SBY Minta Menteri Menginap di Gedung Negara
-
Jumat, 25/05/2012 21:16 WIB
Berusia 20 Tahun, Bank Muamalat Ganti Logo
-
Jumat, 25/05/2012 21:10 WIB
Wah! SBY Rahasiakan Bentuk Mobil Listrik Made in Indonesia
-
Jumat, 25/05/2012 21:04 WIB
SBY Tak Mau Gas RI Diborong ke Luar Negeri
-
Jumat, 25/05/2012 20:56 WIB
Mulai 2013 Palu-Parigi Terhubung Jalan Lintas 35 Km
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Puluhan Merek Pakaian Kelas Dunia Ternyata Made in Bandung
-
Jumat, 25/05/2012 16:16 WIB
Penyatuan Zona Waktu Dimulai 28 Oktober 2012
-
Jumat, 25/05/2012 08:17 WIB
Pemerintah Jalankan Program Pensiun Dini PNS Tahun Ini
-
Jumat, 25/05/2012 07:09 WIB
Kisah Pertarungan Bandar & Penjudi Curang di Kasino Moderen
-
Jumat, 25/05/2012 13:03 WIB
Agus Marto: Hanya RI & Arab Saudi yang Mampu Hadapi Krisis Eropa
-
65 Komentar
-
55 Komentar
-
42 Komentar
-
40 Komentar
-
37 Komentar
-
Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
Wawancara Khusus MS Hidayat
Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
-
Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
-
Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Hidup Sehat · Obat & Penyakit · Ibu & Anak · Berita · Konsultasi · Bank Nama Bayi · Forum · Indeks
- detikTravel · ACI · Happy Holiday · Stories · Destination · Photos · d'Travelers · d'Trips · Hotels ·Flights · Deals · Directories · Index
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © 2012 detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer





(2)_2.gif)



.gif)



.gif)
