detikfinance

Ssst! Bunga KPR Subsidi Turun, Kucuran Kredit Bisa Menciut

Suhendra - detikfinance
Rabu, 22/02/2012 13:40 WIB
Jakarta - Indonesia Property Watch (IPW) mengingatkan agar perbankan tak menurunkan pembiayaannya pasca penurunan bunga KPR subsidi fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) hingga 7,25%. IPW mengindikasikan bank-bank penyalur akan mengerem jumlah pembiayaannya karena suku bunga FLPP yang terlalu rendah.

Direktur Eksekutif Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan di sisi lain pemerintah memiliki target pembiayaan FLPP di 2012 hingga Rp 6,7 triliun untuk pembiayaan 219.000 unit rumah. Target ini dianggap terlalu tinggi karena adanya indikasi tersebut.

"Penurunan suku bunga sudah bagus, namun jangan sampai penyerapan nya lebih rendah dari tahun lalu yang sebesar Rp 3,7 triliun. Target Rp 6,7 triliun dikhawatirkan terlalu tinggi melihat kuota dari bank pelaksana diperkirakan hanya Rp 3,5 triliun belum lagi kendala kesiapan bank di lapangan," katanya kepada detikFinance, Rabu (22/2/201).

Ia berharap perbankan lain diluar BTN, BNI, BRI dan Mandiri untuk memanfaatkan kondisi ini untuk berpartisipasi membiayai program FLPP. Jika tidak, maka target untuk mengurangi kekurangan rumah (backlog) di Indonesia bakal makin berat.

"Karenanya ini kesempatan untuk bank lain untuk dapat merealisasikan target tersebut dengan mempersiapkan infrastruktur agar tidak menjadi kendala,"katanya.

Menurutnya berdasarkan data yang ada, penyaluran FLPP tahun 2011 mencapai Rp. 3,7 Triliun dengan jumlah 109.592 unit dan meningkat sangat tinggi dibandingkan tahun 2010 yang hanya mencapai Rp 242 miliar dengan jumlah 7.959 unit. Ia mengatakan BTN menyalurkan 99,8% dari jumlah unit atau sebesar 93,5% dari total nilai penyaluran FLPP. Tahun ini BTN menargetkan penyaluran kredit rumah subsidi 120.000 unit.

Namun secara keseluruhan selama periode 2010-2011 bank peserta FLPP telah menyalurkan KPR FLPP sebanyak 120.814 unit senilai Rp 4,05 triliun. Penyaluran KPR FLPP terbanyak di Pulau Jawa dengan jumlah 81.375 unit dengan nilai Rp 2,72 triliun.

Sebelumnya bank-bank penyalur FLPP memang telah sepakat menurunkan bunga KPR subsidi menjadi 7,25% dari sebelumnya berada di level 8,15-8,5%, dengan nilai KPR Rp 50-80 juta, dan bunga 9,25-9,9% untuk KPR susun dengan nilai Rp 90-135 juta.


(hen/dnl)

Share:

Komentar (0 Komentar)


    Klik disini untuk berkomentar menggunakan account anda :

    Facebook Login Twitter Login detikID Login
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 23/05/2012 13:16 WIB
      Wawancara Khusus MS Hidayat
      Demi Ngirit, Mengejar Mimpi Produksi Mobil Hybrid
      Pemerintah punya niatan mengembangkan mobil hybrid di dalam negeri. Berikut ini wawancara khusus detikFinance dengan Menperin MS Hidayat soal mobil hybrid.
    • Gb Kamis, 26/04/2012 07:12 WIB
      Mau Cepat Kaya? Berinvestasilah di 5 Instrumen Ini
      Salah satu cara mendapatkan penghasilan tambahan tanpa perlu repot adalah berinvestasi. Sebuah investasi yang baik harus memuat banyak instrumen demi meminimalkan risiko.
    • Gb Jumat, 25/05/2012 14:06 WIB
      Milyuner AS Ini Tak Punya Rumah
      Sebagai pemilik sederet perusahaan dan dot-com, milyuner Neil Patel bisa mendapatkan jenis hunian apa pun. Tapi ia memilih tak punya rumah, kenapa?