detikfinance

Beda Soeharto dan SBY Selesaikan Masalah BBM

Rista Rama Dhany - detikfinance
Selasa, 28/02/2012 20:37 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/02/28/1034/SPBU2-dalam.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta - Pemerintahan SBY dikritik karena jauh-jauh hari sudah mengumumkan keinginan menaikkan harga BBM subsidi. Pasalnya langkah ini berdampak besar bagi rakyat karena inflasi sudah terjadi sebelum putusan kenaikan harga BBM diberlakukan.

"Ini cara yang memberikan dampak bagi rakyat, belum diputuskan, masih lama, tapi Presiden SBY sudah ngomong kenaikan harga BBM," ujar Wakil Ketua Komisi VII dari partai PDI Perjuangan Effendi Simbolon dalam rapat kerja dengan Menteri ESDM di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (28/2/2012).

Menurut Effendi, langkah ini berdampak pada kenaikan harga-harga bahan pokok di masyarakat yang sudah mulai naik mengantisipasi kenaikan harga BBM subsidi.

"Belum ada kesepakatan mau naik antara pemerintah dengan DPR terkait BBM, tapi presidennya sudah ngumumin mau naik, apa yang terjadi? Inflasi," ujarnya.

Effendi bilang ini berbeda dengan zamannya pemerintahan Presiden Soeharto, saat ada keinginan menaikkan harga BBM, 2-3 jam pembahasan final, malamnya langsung diputuskan naik.

"Kalau zamannya Soeharto kan mau naikkan BBM pagi di bahan atau bahas 2-3 jam tengah malam dinaikkan harganya, jadi inflasi sebelum kenaikan harga BBM tidak terjadi," katanya.

Namun dengan maksud intermezo, Menteri ESDM Jero Wacik mengatakan dirinya sangat menghormati para presiden terdahulu yang memimpin dan menjalankan roda pemerintahan. Namun ditegaskannya, saat ini adalah zamannya demokrasi tidak bisa cara-cara seperti itu dilakukan.

"Sekarang tidak bisa seperti begitu, ya itulah risikonya di jalan demokrasi, semua harus terbuka dan harus dibahas bersama-sama," ujar Jero.

"Namun saya tetap menghormati para presiden-presiden kita yang memimpin terdahulu," tandasnya.



(rrd/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
    • Gb Selasa, 21/05/2013 12:26 WIB
      Dahlan Iskan Diserbu 10.000 Guru di Sentul
      Usai menjadi pembicara di depan 10.000 guru se-Kabupaten Bogor, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan langsung diserbu oleh peserta. Ada apa ya?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA