detikfinance

Wah! Mobil Alphard 'Minum' Premium Ramai Diperbincangkan

Herdaru Purnomo - detikfinance
Minggu, 01/04/2012 15:34 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/04/01/1034/foto-alphard-premium.jpeg
Jakarta -Alphard, jenis Mobil pabrikan Toyota sedang isi bensin jenis Premium ramai diperbincangkan di situs jejaring sosial. Melalui situs jejaring Twitter, seseroang dengan akun @imanlagi memposting mobil mewah tersebut tengah mengisi Premium.

Setelah detikFinance menelusuri foto tersebut, memang terlihat mobil Alphard berwarna putih dengan nomor polisi B 888 TR ini tengah mengisi bensin jenis Premium. Terlihat pompa injeksi berwarna kuning ini sedang 'nyangkut' di Alphard tersebut.

Pasalnya, dispenser dengan pompa berwarna kuning memang menjadi warna acuan khusus untuk Premium. Sedangkan dispenser dengan pompa berwarna biru identik dengan Pertamax dan untuk merah dipakai di Pertamax Plus.

"Ooo, jadi temen2 mahasiswa demo ampe bentrok kemarin buat ini toh. Ya ya ya," tulis @imanlagi Minggu (1/4/2012) dalam akun twitternya sambil memperlihatkan gambar tersebut.

Entah dari mana asal gambar tersebut namun yang jelas postingan dari @imanlagi menimbulkan banyak kontroversi. Hal ini dikarenakan Premium adalah bensin yang disubsidi oleh pemerintah dimana ditujukan untuk masyarakat kelas bawah dan orang miskin.

Ekonom Dradjad Wibowo memaparkan orang kaya yang masih menggunakan Premium sebenarnya tidak bisa disalahkan 100 persen. Hal ini dikarenakan tidak ada aturan tegas dari pemerintah.

"Tidak bisa disalahkan karena tidak ada aturan tegas, hanya himbauan saja," tutur Dradjad.

Padahal Dradjad mengatakan mobil seperti Alphard, bisa nglitik dan lama-lama jebol mesinnya jika diisi pakai Premium.

"Hanya pemilik Alphard yang super konyol yang mau minum Premium. Jadi standar dan ukuran cc mobil berpengaruh besar terhadap konsumsi premium," tuturnya.

"Negara seharusnya memaksa produsen otomotif untuk memasang mesin yang tidak cocok Premium. Caranya bisa dengan aturan lisensi, instrumen perpajakan, perijinan impor mesin. Intinya, banyak opsi yang bisa diambil pemerintah untuk mencabut subsidi dari orang kaya dan kelas menengah," tutup Wakil Ketua Umum PAN ini.
(dru/nia)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!

Sponsored Link


Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut