Gara-Gara Iran, Harga Minyak RI Melonjak US$ 128,14 Per Barel
Senin, 02/04/2012 20:26 WIB
Jakarta - Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Jero Wacik baru saja menandatangani Indonesia Crude Price (ICP) atau harga rata-rata minyak mentah Indonesia pada Maret 2012 mencapai US$ 128,14 per barel. Harga minyak ini naik US$ 5,97 per barel dari bulan lalu yakni US$ 122,17 per barel. Kenaikan ini salah satunya dikarenakan turunnya ekspor minyak Iran sebesar 300.000 barel per hari (bph).
Dikutip dari situs Dirjen Migas, Senin (2/4/2012) lonjakan harga minyak tersebut dikarenakan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu ekspor minyak mentah Iran pada Maret 2012 dilaporkan turun hingga 300.000 Barel.
Dari hitungan Tim Harga Minyak Indonesia, peningkatan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu ekspor minyak mentah Iran pada Maret 2012 dilaporkan turun hingga 300.000 bph sebagai imbas konfrontasi Iran dengan negara-negara Barat akibat isu nuklir.
Meskipun demikian, konfrontasi dinilai agak mereda setelah Iran bersedia melanjutkan negosiasi program nuklirnya dan Presiden AS Barack Obama menyatakan akan melanjutkan upaya-upaya diplomatik dan tidak akan mengedepankan upaya militer atas Iran. Selain itu, Pemerintah AS dan Inggris membantah adanya kesepakatan kedua negara untuk melepaskan cadangan minyak strategisnya dalam rangka mengendalikan tingginya harga minyak saat ini.
Faktor-faktor lainnya yang menyebabkan harga minyak melonjak adalah proyeksi produksi minyak mentah dari negara-negara Non OPEC tahun 2012 menunjukkan penurunan dibandingkan proyeksi produksi bulan sebelumnya. Selain itu isu terjadinya ledakan pipa di Arab Saudi yang menimbulkan kekhawatiran atas terganggunya pasokan minyak mentah dari produsen minyak terbesar kedua dunia tersebut.
Sementara, untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh hal-hal tersebut, juga dipengaruhi oleh terus meningkatnya konsumsi minyak di Jepang untuk keperluan pembangkit listrik dan masih relatif tingginya permintaan produk minyak dari China dan India.
Jika dihitung dalam 6 bulan terakhir, rata-rata harga minyak Indonesia (ICP) adalah US$ 116,5 per barel. Ini berarti pemerintah belum bisa menaikkan harga BBM subsidi seperti yang telah ditetapkan dalam pasal 7 ayat 6 huruf a dalam UU APBN-P 2012.
Pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 isinya adalah:
"Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata sebesar 15 persen dalam 6 bulan terakhir dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukung."
Dalam UU APBN-P 2012, DPR dan pemerintah memutuskan asumsi harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP) baru sebesar US$ 105 per barel dari sebelumnya US$ 90 per barel. Jadi apabila harga minyak 6 bulan terakhir rata-ratanya mengalami kenaikan atau penurunan 15%, pemerintah bisa menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi.
(rrd/dnl)
Dikutip dari situs Dirjen Migas, Senin (2/4/2012) lonjakan harga minyak tersebut dikarenakan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu ekspor minyak mentah Iran pada Maret 2012 dilaporkan turun hingga 300.000 Barel.
Dari hitungan Tim Harga Minyak Indonesia, peningkatan harga minyak mentah Indonesia tersebut sejalan dengan perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional, yang diakibatkan oleh beberapa faktor yaitu ekspor minyak mentah Iran pada Maret 2012 dilaporkan turun hingga 300.000 bph sebagai imbas konfrontasi Iran dengan negara-negara Barat akibat isu nuklir.
Meskipun demikian, konfrontasi dinilai agak mereda setelah Iran bersedia melanjutkan negosiasi program nuklirnya dan Presiden AS Barack Obama menyatakan akan melanjutkan upaya-upaya diplomatik dan tidak akan mengedepankan upaya militer atas Iran. Selain itu, Pemerintah AS dan Inggris membantah adanya kesepakatan kedua negara untuk melepaskan cadangan minyak strategisnya dalam rangka mengendalikan tingginya harga minyak saat ini.
Faktor-faktor lainnya yang menyebabkan harga minyak melonjak adalah proyeksi produksi minyak mentah dari negara-negara Non OPEC tahun 2012 menunjukkan penurunan dibandingkan proyeksi produksi bulan sebelumnya. Selain itu isu terjadinya ledakan pipa di Arab Saudi yang menimbulkan kekhawatiran atas terganggunya pasokan minyak mentah dari produsen minyak terbesar kedua dunia tersebut.
Sementara, untuk kawasan Asia Pasifik, peningkatan harga minyak mentah selain disebabkan oleh hal-hal tersebut, juga dipengaruhi oleh terus meningkatnya konsumsi minyak di Jepang untuk keperluan pembangkit listrik dan masih relatif tingginya permintaan produk minyak dari China dan India.
Jika dihitung dalam 6 bulan terakhir, rata-rata harga minyak Indonesia (ICP) adalah US$ 116,5 per barel. Ini berarti pemerintah belum bisa menaikkan harga BBM subsidi seperti yang telah ditetapkan dalam pasal 7 ayat 6 huruf a dalam UU APBN-P 2012.
Pasal 7 ayat 6a UU APBN-P 2012 isinya adalah:
"Dalam hal harga rata-rata minyak Indonesia (Indonesia Crude Oil Price/ICP) dalam kurun waktu berjalan mengalami kenaikan atau penurunan rata-rata sebesar 15 persen dalam 6 bulan terakhir dari harga minyak internasional yang diasumsikan dalam APBN-P Tahun Anggaran 2012, pemerintah berwenang untuk melakukan penyesuaian harga BBM bersubsidi dan kebijakan pendukung."
Dalam UU APBN-P 2012, DPR dan pemerintah memutuskan asumsi harga minyak (Indonesia Crude Price/ICP) baru sebesar US$ 105 per barel dari sebelumnya US$ 90 per barel. Jadi apabila harga minyak 6 bulan terakhir rata-ratanya mengalami kenaikan atau penurunan 15%, pemerintah bisa menaikkan atau menurunkan harga BBM subsidi.
(rrd/dnl)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Jumat, 24/05/2013 08:55 WIB
Kiwoom Securities: IHSG Alami Tekanan Jual
-
Jumat, 24/05/2013 08:48 WIB
Gaji Pokok Pejabat PPATK Rp 15 Juta, Tunjangan Rp 12 Juta
-
Jumat, 24/05/2013 08:35 WIB
Phillip Securities: IHSG Kemungkinan Rebound Moderat
-
Jumat, 24/05/2013 08:33 WIB
Sambut Akhir Pekan, Harga Emas Antam 'Lompat' Rp 3.000/Gram
-
Jumat, 24/05/2013 08:31 WIB
Ini Kasus Penyelewengan Pajak Paling yang Aneh di AS
-
Jumat, 24/05/2013 07:53 WIB
Ini Panduan Bagi Anda yang Pertama Kali Mau Kredit Rumah
-
Jumat, 24/05/2013 07:14 WIB
Lima Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Investasi Rumah
-
Jumat, 24/05/2013 08:20 WIB
Ini Kasus Penyelewengan Pajak Paling yang Aneh di AS
-
Jumat, 24/05/2013 07:36 WIB
Agus Marto Hari Ini Resmi Jadi Gubernur BI
-
Jumat, 24/05/2013 08:30 WIB
Sambut Akhir Pekan, Harga Emas Antam 'Lompat' Rp 3.000/Gram
-
40 Komentar
-
33 Komentar
-
33 Komentar
-
25 Komentar
-
22 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Kamis, 23/05/2013 13:15 WIB
Ini Wanita Muda Cantik Paling Berpengaruh di Dunia Bisnis
Masih muda, cantik, dan punya pengaruh yang sangat besar di dunia. Mereka ini wanita yang masuk daftar 'Wanita Paling Berpengaruh di 2013' versi Forbes.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Kamis, 23/05/2013 16:12 WIB WIB
Dahlan Sebut Garuda Indonesia Bisa Kalahkan Singapore Airlines
-
Kamis, 23/05/2013 15:44 WIB WIB
Lewat Ponsel, Kirim-kirim Uang Tak Perlu Punya Rekening Bank
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)








