detikfinance

RI Duduki Nomor 9 Negara Tujuan Investasi Dunia

Ramdhania El Hida - detikfinance
Senin, 14/05/2012 12:50 WIB
//images.detik.com/content/2012/05/14/4/bkpm-suhe-luar.jpg
Jakarta -Dalam 4 tahun terakhir, Indonesia masih menduduki peringkat 9 dari 193 negara sebagai negara tujuan utama penanaman investasi asing dalam bentuk foreign direct investment/investasi langsung.

Demikian disampaikan Direktur Kerjasama Regional Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rizar Indomo Nazaroedin di Hotel Shangri-La, Jakarta, Senin (14/5/2012).

"Indonesia menempati peringkat 9 untuk FDI, berdasarkan survei UNCTAD (United Nations Conference on Trade and Development)," ujarnya.

Menurut Rizar, survei tersebut dilakukan terhadap 193 negara maju dan/atau negara berkembang di dunia. Peringkat Indonesia untuk 2 periode yaitu 2009-2011 dan 2010-2012 tidak berubah yaitu berada pada posisi kesembilan untuk negara tujuan investasi utama. Khusus untuk periode 2010-2012, Indonesia mengalahkan Jerman, Thailand, Jepang, dan Malaysia.

"Indonesia saat ini sudah bisa memilih investor," jelasnnya.

Saat ini, Rizar menyatakan Indonesia telah mengantongi beberapa peringkat investasi dari lembaga-lembaga pemeringkat internasional.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Keuangan PT Bank Mandiri Tbk Pahala Mansury menambahkan, Indonesia merupakan penyumbang porsi Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar di ASEAN atau sekitar 50%-51%.

"Dengan naiknya PDB per kapita yang mencapai angka sekitar US$ 3.500, itu sangat mungkin porsi PDB itu dari Indonesia," katanya.
(nia/dnl)





Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Minggu, 01/02/2015 10:34 WIB
    Tips Agar Kantong Tak 'Bolong' Gara-gara Valentine
    Valentine di 14 Febuari dijadikan simbol hari penuh kasih sayang bagi sebagian orang dengan perayaan dan bagi kado. Namun hal ini jangan sampai buat 'bolong' kantong Anda.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut