Curiga Investasi Palsu dengan Untung Gede, Laporkan ke Sini!
Jumat, 08/06/2012 08:23 WIB
Jakarta - Masyarakat cenderung mudah tergiur keuntungan tinggi dalam waktu singkat. Calon nasabah di perusahaan abal-abal, berkedok Koperasi atau multi level marketing (MLM), bertambah yakin menempatkan dananya, setelah kerabat dan sahabat membuktikan sendiri.
Masyarakat patut curiga dengan penawaran-penawaran semacam ini. Janji keuntungan 25% per bulan sulit ditemui pada produk investasi lain seperti perbankan atau reksa dana, yang sudah lebih dulu eksis.
Jika perusahaan ponzi atau gali lubang tutup lubang ini hadir di wilayah Anda, jangan ragu untuk melaporkan. Kini sudah ada Satuan Kerja (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi. Ada banyak saluran pelaporan kecurigaan investasi bodong ini. Paling mudah cukup sms (pesan singkat).
Ketua Satgas Waspada Investasi, Sarjito mendorong untuk masyarakat pro aktif melaporkan kecurigaan akan skema invetasi bodong ini. Dengan laporan masyarakat, jika terbukti benar, maka akan menghentikan penipuan dan korban lebih besar dapat dicegah.
"Saya imbau kepada masyarakat di seluruh republik ini, lalau ada di kampung-kampung lembaga apapun yang menjanjikan keuntungan terlalu bear, laporkan kepada Satgas," jelas Sarjito di kantornya, Jumat (7/6/2012).
Masyarakat dapat menghubungi saluran aduan diantaranya:
1. facebook.com/waspadainvestasi
2. waspadainvestasi@bapepam.go.id
3. waspadainvestasi@yahoo.com
4. sms: 0818 98 000 9, atau
5. telepon 021-3857821
"Satgas juga meminta berita, berapa member-nya. Supaya kita bisa cegah lebih awal. Termasuk kepada golongan menengah atas. Meski tidak seberapa bagi mereka, laporkan ke Satgas. Bisa anonymous. Kita akan tindaklanjuti," kata Sarjito.
Seperti diketahui, pihak berwajib kini tengah menelusuri kasus penarikan dana nasabah KLB. Oknum KLB diduga menggelapkan dana 140 ribu investor dan siap dijerat dengan UU Money Laundering.
Setali tiga uang dengan KLB, ratusan nasabah PT Gradasi Anak Negeri mengaku was-was atas investasinya yang tidak kembali. Mereka bahkan telah mendatangi Polda Metro Jaya pekan lalu. Nasabah Gradasi Anak Negeri menagih janji manajemen atas pembayaran bonus yang belum terbayar sejak Maret 2012.
(wep/ang)
Masyarakat patut curiga dengan penawaran-penawaran semacam ini. Janji keuntungan 25% per bulan sulit ditemui pada produk investasi lain seperti perbankan atau reksa dana, yang sudah lebih dulu eksis.
Jika perusahaan ponzi atau gali lubang tutup lubang ini hadir di wilayah Anda, jangan ragu untuk melaporkan. Kini sudah ada Satuan Kerja (Satgas) Penanganan Dugaan Tindakan Melawan Hukum di Bidang Pengelolaan Investasi. Ada banyak saluran pelaporan kecurigaan investasi bodong ini. Paling mudah cukup sms (pesan singkat).
Ketua Satgas Waspada Investasi, Sarjito mendorong untuk masyarakat pro aktif melaporkan kecurigaan akan skema invetasi bodong ini. Dengan laporan masyarakat, jika terbukti benar, maka akan menghentikan penipuan dan korban lebih besar dapat dicegah.
"Saya imbau kepada masyarakat di seluruh republik ini, lalau ada di kampung-kampung lembaga apapun yang menjanjikan keuntungan terlalu bear, laporkan kepada Satgas," jelas Sarjito di kantornya, Jumat (7/6/2012).
Masyarakat dapat menghubungi saluran aduan diantaranya:
1. facebook.com/waspadainvestasi
2. waspadainvestasi@bapepam.go.id
3. waspadainvestasi@yahoo.com
4. sms: 0818 98 000 9, atau
5. telepon 021-3857821
"Satgas juga meminta berita, berapa member-nya. Supaya kita bisa cegah lebih awal. Termasuk kepada golongan menengah atas. Meski tidak seberapa bagi mereka, laporkan ke Satgas. Bisa anonymous. Kita akan tindaklanjuti," kata Sarjito.
Seperti diketahui, pihak berwajib kini tengah menelusuri kasus penarikan dana nasabah KLB. Oknum KLB diduga menggelapkan dana 140 ribu investor dan siap dijerat dengan UU Money Laundering.
Setali tiga uang dengan KLB, ratusan nasabah PT Gradasi Anak Negeri mengaku was-was atas investasinya yang tidak kembali. Mereka bahkan telah mendatangi Polda Metro Jaya pekan lalu. Nasabah Gradasi Anak Negeri menagih janji manajemen atas pembayaran bonus yang belum terbayar sejak Maret 2012.
(wep/ang)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Senin, 20/05/2013 10:11 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 09:55 WIB
Pimpin Upacara Harkitnas, Hatta: RI Punya 3 Tantangan
-
Senin, 20/05/2013 09:52 WIB
Freeport: Korban Jiwa Runtuhan Tambang Bertambah Jadi 14 Orang
-
Senin, 20/05/2013 09:34 WIB
Di Tengah Penangkapan Pegawainya oleh KPK, Penerimaan Pajak Jeblok
-
Senin, 20/05/2013 09:26 WIB
Dirjen: Pegawai Pajak Lebih Takut Dimiskinkan Ketimbang Masuk Bui
-
Senin, 20/05/2013 10:11 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
-
Senin, 20/05/2013 09:55 WIB
Pimpin Upacara Harkitnas, Hatta: RI Punya 3 Tantangan
-
Senin, 20/05/2013 09:52 WIB
Freeport: Korban Jiwa Runtuhan Tambang Bertambah Jadi 14 Orang
-
Senin, 20/05/2013 09:34 WIB
Di Tengah Penangkapan Pegawainya oleh KPK, Penerimaan Pajak Jeblok
-
Senin, 20/05/2013 09:26 WIB
Dirjen: Pegawai Pajak Lebih Takut Dimiskinkan Ketimbang Masuk Bui
-
67 Komentar
-
50 Komentar
-
48 Komentar
-
38 Komentar
-
27 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Senin, 20/05/2013 10:11 WIB
Wanita-wanita Paling Tajir di Dunia (1)
Bloomberg baru saja merilis daftar orang-orang paling kaya di dunia yang diberi nama Bloomberg Billionaire Index. Dalam daftar tersebut juga terdapat para wanita yang tajir-tajir.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Sabtu, 18/05/2013 15:02 WIB WIB
Bunga Kredit di RI 10% Sementara Malaysia Hanya 2%, Pengusaha Sulit Bersaing
-
Sabtu, 18/05/2013 14:54 WIB WIB
Di Tangan Pria Ini, Limbah Tebu Jadi Kerajinan Bernilai Tinggi
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer










