detikfinance

Tokyo, Kota dengan Biaya Hidup Paling Tinggi

Metta Pranata - detikfinance
Selasa, 12/06/2012 17:23 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/06/12/4/tokyodalam.jpg
Jakarta - Ibukota Jepang, Tokyo menduduki posisi puncak sebagai kota dengan biaya hidup paling tinggi bagi orang asing menurut 2012 Mercer Worldwide Cost of Living Survey. Tokyo berhasil menumbangkan Luanda setelah tahun lalu ibukota Angola itu berada di peringkat pertama.

Osaka dan Nagoya (Jepang) juga masuk daftar kota dengan biaya hidup paling tinggi bagi orang asing. Osaka merangsek tiga tingkat setelah tahun lalu berada di posisi keenam. Sementara Nagoya berada di peringkat kesebelas.

Moskow (Rusia) masih setia berada di peringkat keempat, demikian pula Geneva (Swiss) yang solid di peringkat kelima dan Hong Kong (Hong Kong) di peringkat kesembilan. Kota dari negeri tetangga, Singapura mantap di peringkat keenam, naik dua tingkat dari survey Maret 2011.

Enam kota di Australia masuk dalam daftar ini. Sydney (peringkat 11), Melbourne (peringkat 15), Perth (peringkat 19), Canberra (peringkat 23), Brisbane (peringkat 24) dan Adelaide (peringkat 27). Sydney berhasil mengalahkan Sao Paulo dan Rio de Janeiro (Brazil) yang masing-masing berada di peringkat 12 dan 13. Bahkan meninggalkan jauh London (Inggris) di peringkat 25 dan New York City (AS) di peringkat 33.

“Peringkat kota-kota di Australia dan Selandia Baru melompat cukup jauh karena nilai tukar mata uang mereka terhadap dolar AS meningkat signifikan,” kata ketua Mercer, Nathalie Constantin-Metral, dikutip dari Sydney Morning Herald (12/6/2012).

Dalam beberapa pemeringkatan serupa, kota-kota Australia sering masuk sebagai tempat termahal untuk ditinggali dan melakukan bisnis. Menurut grup anti-planning Demographia, hunian menjadi salah satu hal yang paling sulit diperoleh di negara-negara maju.

“Permintaan sewa properti di kota-kota Australia yang kami survey juga mengalami peningkatan signifikan. Amat terbatasnya persediaan membuat pasar properti sangat ketat dan harga-harga melambung,” kata Constantin-Metral. Majalah The Economist juga memilih Australia sebagai negara dengan pasar properti paling overvalued (dihargai terlalu tinggi).

Mercer menggunakan dolar AS dalam menciptakan index survey yang diterbitkan setiap Maret ini. Ukuran survey menggunakan perbandingan biaya transportasi, makan dan tempat tinggal. Menempatkan Karachi, pusat ekonomi Pakistan di posisi terbawah dari total 214 kota yang disurvey.



(ang/ang)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA