detikfinance

Hatta Rajasa Tak Khawatir Subsidi BBM Melonjak

Ramdhania El Hida - detikfinance
Senin, 09/07/2012 13:45 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/07/09/1034/135038_hattarajasaluar.jpg
Jakarta - Menko Perekonomian Hatta Rajasa menegaskan lonjakan subsidi memang pasti terjadi karena adanya perbedaan perhitungan dalam APBN-P 2012 yang sudah mengalokasikan adanya tambahan anggaran dari kenaikan harga BBM yang tidak jadi dilakukan pada April lalu.

Demikian disampaikan Hatta saat ditemui di kantornya, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (9/7/2012).

"Ini APBN kita ini ada missmatch. Besaran subsidi yang ditetapkan di APBN-P 2012 itu tidak sesuai dengan asumsi, karena asumsi BBM naik jadi Rp 6.000, itu sebabnya subsidi menjadi kecil. Kalau sekarang terjadi over dari subsidi itu ya wajar-wajar saja dari awal sudah kita perkirakan waktu ketok palu, kenapa, karena besaran itu ditetapkan dengan asumsi kenaikan BBM Rp 6.000/liter," ujarnya.

Namun, meskipun begitu Hatta yakin anggaran negara masih kuat guna menahan lonjakan subsidi BBM ini. Pasalnya, terdapat anggaran Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) yang tidak digunakan karena tidak adanya kenaikan harga BBM tersebut.

"Sekarang kuat nggak APBN kita? Ya kuat. Dari awal sudah kita prediksikan. Ada dana misalnya tadinya karena itu kenaikan sekitar Rp 39 triliun itu dana untuk program-program sosial. Kan itu tidak boleh digunakan nah itu kita pakai untuk itu, memang tadinya dana dari situ kok," ujarnya.

Ke depan, Hatta mengharapkan anggaran subsidi BBM ini dapat tertahan karena penurunan harga minyak.

"Kan US$ 105 asumsi kita kenyataan sekarang di bawah US$ 100. Memang ada trade rupiah sedikit melemah, saya kira tidak ada masalah dengan APBN kita. Cuma sayang kan duit sekitar Rp 100 triliun, untuk dibangun JSS sudah jadi." jelasnya.

Ke depan, Hatta mengharapkan anggaran ini bisa ditekan dengan adanya penurunan harga minyak. Menurutnya, harga minyak yang tidak begitu menekan anggaran berada pada kisaran US$ 80-85 per barel.

"Memang tahun-tahun infrastruktur sekarang ini. Tapi kalau tanya BBM mau dinaikkan, wong sekarang turun terus. Syukur-syukur nanti itu ketemu di harga Rp 5000-an, sehingga subsidi kita tidak terlalu besar, sekarang kan terus turun ni. Mudah-mudahan terus meluncur ke angka 80-85, ideal buat kita," tandasnya.



(nia/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA