Menteri Perindustrian MS Hidayat baru menyebut, pendirian Silicon Valley mendapat bantuan dari Foxconn, produsen komponen-komponen elektronik besar, sebagai major tenant.
Lalu dimanakah lokasi yang paling ideal sebagai 'homebase' kawasan khusus 'IT' ini? Menurut Associate Director Research Jones Lang LaSalle, Anton Sitorus tidak mudah menentukan lokasi Silicon Valley Indonesia. Informasi yang diterima kalangan konsultan properti sangat terbatas, karena kesepakatan Foxconn berinvestasi dengan mendirikan Silicon Valley adalah kerja pemerintah, tanpa melibatkan swasta.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
1. Karawang
|
Pendirian kawasan industri menjadi nyata di Karawang karena infrastrukturnya relatif baik, akses tol Cikampek menjadi andalan Kawarang dari dan menuju Jakarta.
Direktur Industrial Sevices Colliers Indonesia, Rivan Manansa menyebut, Karawang bisa menjadi calon kuat lokasi Silicon Valley. "Karawang bisa jadi pilihan karena akan dekat dengan pelabuhan," katanya.
Tercatat beberapa kawasan industri ternama hadir di Karawang, seperti Karawang International Industry City KIIC, Kawasan Surya Cipta, Kawasan Bukit Indah City atau BIC di jalur Cikampek (Karawang). Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) juga memiliki pabrik mesin cetak uang, paspor, pita cukai, dan materai di Karawang.
2. Bekasi
|
Kawasan-kawasan industri tersebut kini digabung menjadi sebuah Zona Ekonomi Internasional (ZONI) yang memiliki fasilitas khusus di bidang perpajakan, infrastruktur, keamanan dan fiskal.
"Dari segi infrastruktur, Bekasi memang jadi pilihan. Silicon Valley belum pernah ada di Indonesia, Jakarta. Hingga dimana lokasinya tergantung pemerintah," tutur Rivan.
2. Bekasi
|
Kawasan-kawasan industri tersebut kini digabung menjadi sebuah Zona Ekonomi Internasional (ZONI) yang memiliki fasilitas khusus di bidang perpajakan, infrastruktur, keamanan dan fiskal.
"Dari segi infrastruktur, Bekasi memang jadi pilihan. Silicon Valley belum pernah ada di Indonesia, Jakarta. Hingga dimana lokasinya tergantung pemerintah," tutur Rivan.
3. Serpong
|
Menurut Associate Director Investment Services Colliers Indonesia, Aldi Garibaldi, wilayah tenggara Jakarta menjadi salah satu yang paling siap. Terlebih Serpong memiliki Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), kawasan riset terbesar di Indonesia yang bisa menjadi penyokong industri berbasis IT ala Sillicon Valley.
4. Surabaya
|
Waru pun tak kalah maju. Sebagai kawasan industri di selatan Surabaya ini, Waru terkenal sebagai sentra industri kecil mulai logam hingga alas kaki. Waru juga dikenal sebagai pusat industri penyangga dari Surabaya.
Kemudian Ngoro. Wilayah ini secara administratif masuk pada wilayah Mojokerto. Masyarakat lebih mengenalnya Ngoro Industrial Park (NIP). NIP berada di antara Mojosari dan Watukosek. Salah satu pengembang yang giat ekspnasi di Ngoro adalah PT Intiland Development Tbk (DILD).
Sillicon Valley bisa saja masuk menjadi bagian kawasan industri yang telah lama berdiri di beberapa wilayah Indonesia. Namun, menurut Konsultan properti Jones Lang LaSalle Indonesia, Vivin Harsanto, posisinya Sillicon Valley harus terisolasi.
"Saya lihat bangunannya khusus. Seperti industrial estate, jalan harus lebar, listrik, water treatment. Untuk Silicon Valley infrastrukturnnya jaringan support pada bisnis (IT). Fiber optic, ini kan 24 hours. Bisa ada di dalam kawasan industri tapi harus isolated," ungkap Vivin kemarin.
Halaman 2 dari 6