detikfinance

Pakar Tempe Inggris: Hati-Hati Tempe Diklaim Malaysia

Rista Rama Dhany - detikfinance
Sabtu, 28/07/2012 12:11 WIB
Jakarta - Beberapa hari terakhir tempe-tahu hampir hilang di pasaran, khususnya di Jakarta akibat harga kedelai melambung mencapai Rp 8.000/kg. Jika kejadian ini tidak cepat diatasi, negara lain bisa mengincar tempe sebagai makanan khasnya dikarenakan sulitnya mencari tempe di Indonesia.

Pakar Tempe asal Inggris Jonathan Agranoff mengatakan, masalah kedelai mahal yang membuat produsen berhenti produksi jangan sampai terulang kembali.

"Sayang, tempe ini warisan Indonesia, panganan tradisional, jangan sampai orang di Indonesia sulit cari tempe, ini berbahaya," kata Jonathan di dalam acara Polemik 'Memble Tanpa Tempe' di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (28/7/2012).

Berbahayanya, kata Jonathan, karena tempe bisa diklaim oleh negara lain. Karena di negara lain sangat mudah mendapatkan tempe.

"Kalau di Indonesia saja susah cari tempe, ini membuat negara lain bisa saja seperti Malaysia, Australia bisa mengklaim tempe adalah asli dari negara mereka," ucapnya.

Apalagi Amerika Serikat saat ini sudah mematenkan tempe jenis mereka sendiri. Sama halnya juga di Jepang ada tempe khas mereka sendiri yang diproduksi secara besar-besaran.

"Padahal semua negara yang membuat tempe, itu belajarnya dari orang Indonesia, terutama dari orang Jawa, tidak ada orang di dunia yang bisa buat tempe seenak buatan orang Jawa atau orang Indonesia," ungkapnya lagi.

Untuk itu Jonathan meminta, pemerintah dan setiap stakeholder menyadari betapa pentingnya panganan asli Indonesia ini.

"Petani kedelai lokal harus diberdayakan, produsen tempe-tahu lokal diberdayakan, tingkatkan teknologinya, patenkan caranya, produknya, untuk apa? agar tempe yang warisan Indonesia ini diakui dunia dan asal tempe hanya di Indonesia bukan di negara lain. Apalagi saat ini saya jujur sedang merindukan tempe yang digoreng dengan bumbu dan aroma bawang putih dan ketumbar, di mana saat ini khususnya di Jakarta sulit didapatkan karena tempe langka," tandas Jonathan.



(rrd/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA