Impor Kedelai Tembus Rp 4,8 Triliun
Kamis, 02/08/2012 11:14 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat realisasi impor kedelai selama semester I-2012 ini sebanyak 893.000 ton dengan nilai US$ 511,1 juta atau kurang lebih Rp 4,8 triliun. Volume impor kedelai yang mencapai 893.000 ton ini, kurang lebih sama dengan produksi kedelai dalam negeri selama setahun.
BPS juga mencatat impor kedelai mengalami penurunan hampir 50% secara keseluruhan selama Juni 2012. Khusus impor kedelai dari Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan yang sama.
Pada bulan Juni 2012, impor kedelai dari AS turun drastis dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk bulan Mei 2012, impor kedelai dari AS mencapai 247.000 ton dengan nilai US$ 147,2 juta. Jumlah ini merupakan yang tertinggi selama satu semester di 2012.
Namun, pada bulan Juni, impor kedelai dari Negeri Paman Sam itu hanya sebesar 102 ribu ton dengan nilai US$ 62,5 juta. Dengan demikian, total impor kedelai sepanjang Januari hingga Juni dari AS sebesar 823,1 ribu ton dengan nilai US$ 464,1 juta.
Selain penurunan suplai dari AS, pada bulan Juni ini negara produsen kedelai seperti Ukraina tidak mengirimkan pasokan kedelai. Sehingga total impor kedelai dari negara itu tidak bertambah pada posisi 737,9 ton dengan nilai US$ 370 ribu.
Penurunan ini disikapi dengan mencari sumber kedelai lain, berdasarkan catatan BPS sumber kedalai baru berasal dari Afrika Selatan (Afsel). Pada bulan Juni, untuk pertama kalinya dalam tahun ini Afsel memasukkan 31,5 ribu ton kedelai dengan nilai US$ 17,3 juta.
Selain itu, pasokan kedelai juga berasal dari Malaysia dan Kanada. Untuk bulan Juni, pasokan kedelai dari Malaysia sebesar 6.243 ton dengan nilai US$ 5,3 juta sehingga total dalam satu semester tahun ini mencapai 32,1 ribu ton dengan nilai US$ 26,1 juta.
Sementara itu, impor kedelai dari Kanada pada bulan Juni sebesar 2.897 ton dengan nilai US$ 1,7 juta. Dengan demikian total impor kedelai dari negara ini sebesar 4.422 ton dengan nilai US$ 2,6 juta sepanjang tahun ini.
(nia/hen)
BPS juga mencatat impor kedelai mengalami penurunan hampir 50% secara keseluruhan selama Juni 2012. Khusus impor kedelai dari Amerika Serikat (AS) mengalami penurunan yang sama.
Pada bulan Juni 2012, impor kedelai dari AS turun drastis dibandingkan bulan sebelumnya. Untuk bulan Mei 2012, impor kedelai dari AS mencapai 247.000 ton dengan nilai US$ 147,2 juta. Jumlah ini merupakan yang tertinggi selama satu semester di 2012.
Namun, pada bulan Juni, impor kedelai dari Negeri Paman Sam itu hanya sebesar 102 ribu ton dengan nilai US$ 62,5 juta. Dengan demikian, total impor kedelai sepanjang Januari hingga Juni dari AS sebesar 823,1 ribu ton dengan nilai US$ 464,1 juta.
Selain penurunan suplai dari AS, pada bulan Juni ini negara produsen kedelai seperti Ukraina tidak mengirimkan pasokan kedelai. Sehingga total impor kedelai dari negara itu tidak bertambah pada posisi 737,9 ton dengan nilai US$ 370 ribu.
Penurunan ini disikapi dengan mencari sumber kedelai lain, berdasarkan catatan BPS sumber kedalai baru berasal dari Afrika Selatan (Afsel). Pada bulan Juni, untuk pertama kalinya dalam tahun ini Afsel memasukkan 31,5 ribu ton kedelai dengan nilai US$ 17,3 juta.
Selain itu, pasokan kedelai juga berasal dari Malaysia dan Kanada. Untuk bulan Juni, pasokan kedelai dari Malaysia sebesar 6.243 ton dengan nilai US$ 5,3 juta sehingga total dalam satu semester tahun ini mencapai 32,1 ribu ton dengan nilai US$ 26,1 juta.
Sementara itu, impor kedelai dari Kanada pada bulan Juni sebesar 2.897 ton dengan nilai US$ 1,7 juta. Dengan demikian total impor kedelai dari negara ini sebesar 4.422 ton dengan nilai US$ 2,6 juta sepanjang tahun ini.
(nia/hen)
Baca Juga
Komentar (0 Komentar)
Twitter Recommendation
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
BeritaTerbaru Index »
-
Rabu, 22/05/2013 21:39 WIB
Apa Kabar Mobil Nasional? Tak Satupun Pengusaha Besar Mau Beri Modal
-
Rabu, 22/05/2013 21:20 WIB
RI Bergantung Minyak Impor, MS Hidayat: Importir Makin Besar Untungnya
-
Rabu, 22/05/2013 19:10 WIB
Ekspansi Intraco Penta di Kalimantan
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 21:39 WIB
Apa Kabar Mobil Nasional? Tak Satupun Pengusaha Besar Mau Beri Modal
-
Rabu, 22/05/2013 21:20 WIB
RI Bergantung Minyak Impor, MS Hidayat: Importir Makin Besar Untungnya
-
Rabu, 22/05/2013 18:39 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
-
Rabu, 22/05/2013 18:38 WIB
Ini Alasan Bos PT KAI Tak Gusur Minimarket di Stasiun Kereta
-
Rabu, 22/05/2013 18:25 WIB
PT KAI: 1 Juni 2013 Semua Stasiun di Jabodetabek Steril dari Kios dan PKL
-
68 Komentar
-
38 Komentar
-
30 Komentar
-
29 Komentar
-
26 Komentar
-
Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
Wawancara Direktur Komersial AirAsia
Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
-
Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
Prospek Saham di Tahun Politik 2014
Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?
-
Rabu, 22/05/2013 18:48 WIB
Rp 64 Triliun Lenyap, Wanita Ini Tetap Jadi yang Terkaya di Australia
Pengusaha tambang raksasa Gina Rinehart telah kehilangan kekayaan AUD 7 miliar (US$ 6,8 miliar) atau sekitar Rp 64 triliun tahun lalu. Meski begitu, Rinehart tetap jadi orang terkaya di Australia.
Online Trading Academy
Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
REGISTRASI OTA
MustRead
close
-
Rabu, 22/05/2013 16:01 WIB WIB
Perbanas Ungkap Alasan Soal Gencarnya Bank Singapura Akuisisi Bank Lokal
-
Rabu, 22/05/2013 15:46 WIB WIB
Sudah Terpasang AC, Harga Tiket Kereta Jarak Jauh Kelas 3 Naik 175%
- detikNews · Berita · Internasional · Kolom · Wawancara · Lapsus · Tokoh · Pro Kontra · Profil · Indeks
- detikSport · Basket · MotoGP · F1 · Raket · Sepakbola · Sport Lain · Galeri · Profil · Fans Area · Indeks
- Sepakbola · Italia · Inggris · Spanyol · Jerman · Indonesia · Uefa · Bola Dunia · Fans Area · Indeks
- detikOto · Mobil · Motor · Modifikasi · Tips & Trik · Konsultasi · Komunitas · OtoTest · Galeri · Video · Forum · Indeks
- detikHot · Celebs · Music · Movie · Art · Gallery · Profile · KPOP · Forum · Indeks
- detikInet · News · Gadget · Games · Fotostop · Klinik IT · Ngopi · Produk Pilihan · Forum · Indeks
- detikFinance · Ekonomi Bisnis · Finansial · Properti · Energi · Industri · Sosok · Peluang Usaha · Pajak · Konsultasi · Foto · TV · Indeks
- detikHealth · Health News · Sexual Health · Diet · Ibu & Anak · Konsultasi · Health Calculator · Foto Balita · Bank Nama Bayi
- detikTravel · Travel News · Destinations · Photos · d'Trips · Hotels · Flights · ACI · d'Travelers Stories
- Wolipop · Fashion · Photos · Beauty · Love & Sex · Home & Family · Wedding · Entertainment · Sale & Shop · Hot Guide · d'Lounge · Indeks
- detikFood · Resep · Tempat Makan · Kabar Kuliner · Halal · Komunitas · Forum · Konsultasi · Galeri · Indeks
- detikSurabaya · Berita · Bisnis · Society · Foto · TV · Indeks
- detikBandung · News · Sosok · Info · Pengalaman Anda · Lifestyle · Iklan Baris · Foto · TV · Info Iklan · Forum · Indeks
Iklan Baris · Blog · Forum · Kolom Kita · adPoint · Seremonia · Sindikasi · Info Iklan · Suara Pembaca · Surat dari Buncit · detikTV · Cari Alamat
Copyright © detikcom, All Rights Reserved · Redaksi · Pedoman Media Siber · Karir · Kotak Pos · Info Iklan · Disclaimer


_2.gif)







