detikfinance

Dahlan Iskan: Dirikan SPLU Lebih Mudah Ketimbang SPBU

Ramdhania El Hida - detikfinance
Minggu, 05/08/2012 13:45 WIB
Jakarta - Menteri BUMN Dahlan Iskan mendorong penggunaan energi listrik dibandingkan energi dari Bahan Bakar Minyak. Untuk itu, dia menginginkan banyak pembangunan Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) guna memenuhi kebutuhan energi listrik di masa datang untuk kendaraan listrik yang tengah dikembangkan pemerintah.

Menurut Dahlan, pembangunan SPLU ini lebih mudah dan lebih murah dibandingkan pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Dari segi waktu, pembuatan satu SPLU hanya membutuhkan waktu satu minggu.

"Pembangunan ini untuk membuktikan bahwa membangun SPLU ini tidak sulit, gampang sekali, lebih sulit bangun SPBU, ini buktinya dalam satu minggu saja sudah siap. SPBU waktunya paling tidak 2 tahun," ujarnya saat ditemu di Kantor PT PLN Distribus Jakarta Raya dan Tangerang, Gambir, Jakarta, Minggu (5/8/2012).

Begitu pun jika dilihat dari sisi investasi. Pembangunan satu SPBU diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp 3 miliar. Sementara, untuk SPBU, tidak sampai 1 persen dari pembangunan SPBU.

"Kira-kira tidak sampai 5 persennya investasi SPBU BBM, 1 persennya juga tidak samapai. Membangun SPBU BBM itu membutuhkan biaya paling tidak sekitar Rp 3 miliar," jelasnya.

Untuk itu, Dahlan menilai bukan sesuatu yang sulit untuk mengembangkan SPLU ini. Apalagi kebutuhan akan listrik semakin besar ke depannya dengan dikembangkannya kendaraan berenergi listrik.

"Logikanya kalau bisa membangun SPBU BBM begitu banyak, apa artinya membangun ini (SPLU), dalam waktu singkat ribuan bisa dibangun seperti ini," ujarnya.

Dengan penggunaan energi listrik ini, Dahlan menambahkan keuntungan juga dapat diperoleh para pengguna karena biayanya yang cenderung di bawah harga BBM.

"Mahal mana BBM sama listrik, jauh BBM. Jadi ini bisa dihemat kalau menggunakan mobil listrik, kalau misalkan pengguna mobil habis Rp 300 ribu dalam satu bulan untuk beli BBM maka untuk listrik paling Rp 50 ribu," tandasnya.



(nia/dru)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA