detikfinance

Ingin Dapat Ratusan Juta Dolar, Bank Mandiri Jual Obligasi Rekap

Wiji Nurhayat - detikfinance
Senin, 20/08/2012 15:06 WIB
http://us.images.detik.com/content/2012/08/20/5/150834_mandiriuang.jpg Foto: Dok. detikFinance
Jakarta - PT Bank Mandiri Tbk sedang gencar menjual obligasi rekapitulasi senilai Rp 54 triliun yang dimilikinya. Ini dilakukan demi mendapatkan dana segar ratusan juta dolar dalam bentuk kredit valas.

Direktur Utama Bank Mandiri Zulkifli Zaini mengatakan, pihaknya telah sejumlah menjual obligasi rekap ke Standard Chartered Bank. Penjualan obligasi tersebut ditukar dengan kredit valas yang didapatkan Bank Mandiri sekitar US$ 200 juta.

"Dan berikutnya akan kita lakukan lagi dengan satu bank lain, tapi belum bisa saya sebutkan namanya. Itu sudah dekat sekali. Mudah-mudahan kita akan dapat (pinjaman US$ 100 juta atau US$ 200 juta lagi," kata Zulkifli ditemui di kediaman Gubernur Bank Indonesia, Jakarta, Senin (20/8/2012).

Selain itu, Zulkifli mengatakan, pihaknya juga meminta kepada pemerintah agar bisa membeli kembali (buyback) obligasi rekap yang dimilikinya.

Bank Mandiri memang berharap bisa menjual kepemilikan obligasi rekapitulasi (obligasi rekap) yang berjumlah Rp 78 triliun. Zulkifli mengaku, obligasi rekap yang available for sale alias bisa dijual senilai Rp 54 triliun. Obligasi rekap ini menurut Bank Mandiri malah hanya menambah beban perseroan.

Beban lebih tinggi akan ditanggung perseroan karena imbal hasil dari obligasi rekap siap jual Rp 53,7 triliun tergolong rendah, hanya 2%-3%. Padahal dana yang tidak sedikit ini, jika ditempatkan pada instrumen utang lain mampu menghasilkan yield minimal 8%.

Obligasi rekap adalah obligasi yang diterbitkan pemerintah sehubungan dengan Program Rekapitalisasi Perbankan di 1997/1998. Ketika itu, pemerintah menerbitkan obligasi senilai kurang lebih Rp 430 triliun. Obligasi ini untuk memperkuat permodalan perbankan nasional yang sekarat terhempas krisis.

Saat ini banyak obligasi rekap yang dipegang perbankan, nilainya mencapai kurang lebih Rp 200 triliun.



(dnl/dnl)

Sponsored Link


Komentar (0 Komentar)

     atau daftar untuk mengirim komentar
    Tampilkan Komentar di:        
    Twitter Recommendation
    Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
    Informasi pemasangan iklan
    hubungi : sales[at]detik.com
    • Gb Rabu, 17/04/2013 12:45 WIB
      Wawancara Direktur Komersial AirAsia
      Penerbangan adalah Bisnis yang Seksi
      PT Indonesia AirAsia adalah maskapai murah paling dikenal di Indonesia. Direktur Komersial Indonesia AirAsia Bernard Francis menilai penerbangan adalah bisnis yang seksi.
    • Gb Rabu, 15/05/2013 13:51 WIB
      Prospek Saham di Tahun Politik 2014
      Indonesia akan memasuki tahun politik di 2014 nanti menjelang Pemilu. Bagaimana prospek saham di tahun tersebut?


    Online Trading Academy Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Nullam eu justo lacus. Phasellus pulvinar ullamcorper congue. Vivamus porttitor, justo sit amet luctus pretium, leo purus eleifend ligula, vitae elementum dolor turpis consectetur eros.
    REGISTRASI OTA