Perhitungan tidak menyertakan uang tunai yang tersimpan di rekening bank. Berarti, kekayaan sebenarnya orang-orang ini bisa lebih tinggi lagi.
Jika ditotal, kekayaan mereka mencapai 414,26 miliar poundsterling atau lebih dari 1/3 utang pemerintah Inggris. Jumlah ini mengalami kenaikan dibanding catatan tahun lalu, meski ekonomi Inggris sedang terpuruk.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
10. Denise Coates
|
|
Sepertinya tidak ada yang bisa menghentikan Bet365, grup game online asal Stoke. Sepanjang 2010 – 2011, Bet365 meraup laba 98,6 juta poundsterling setelah mencatat penjualan 501,4 juta poundsterling. Nilai perusahaan mencapai 725 juta poundsterling. Sebagian besar profit digunakan untuk mensubsidi klub futbal Stoke City yang mayoritas kepemilikannya dipegang oleh Bet365.
Denise membangun Bet365 sejak 12 tahun lalu dan selalu memilih tidak tampil di publik. Wanita yang jadi milyarder atas usahanya sendiri termasuk orang yang tidak begitu senang disorot publik. Satu-satunya bukti kekayaan Denise adalah sebuah mobil Aston Martin dengan plat nomor khusus dengan inisial namanya.
9. Xiuli Hawken
|
|
Xiuli juga merupakan milyarder wanita pertama di Inggris yang mengumpulkan kekayaannya atas usahanya sendiri. Wanita kelahiran Harbin, China ini membangun kerajaan bisnis real estate-nya dengan mengubah tempat perlindungan dari serangan udara menjadi pusat perbelanjaan bawah tanah di seluruh China.
Xiuli adalah pemegang saham terbesar dan direktur Renhe Commercial Holdings yang dikelola saudara laki-lakinya, Dai Yongge. Hingga akhir Juni, Renhe memiliki 14 proyek konstruksi di 11 kota di China. Xiuli juga memiliki klub sepakbola Shaanxi Chanba.
Xiuli adalah lulusan sastra Mandarin dan pernah bekerja sebagai reporter. Hingga dia pergi London pada 1991 untuk belajar bahasa Inggris dan bekerja di sektor keuangan. Kemudian dia menikah dengan Tony Hawken, seorang guru dan menjalani hidup sederhana.
8. Dame Mary Perkins
|
|
Dame Mary Perkins adalah salah satu milyarder wanita pertama di Inggris yang berhasil atas jerih payahnya sendiri pada 2011 dengan estimasi kekayaan 1,2 miliar poundsterling. Dia mengumpulkan kekayaannya dari jaringan bisnis optik Specsaver bersama sang suami. Specsaver adalah perusahaan optik milik keluarga terbesar di dunia pada 2007 dengan total 900 outlet di Inggris dan Eropa. Seiring nilai ritel yang merosot tajam, nilai bisnis Perkins turun banyak menjadi 870 juta poundsterling.
7. Christina Ong dan keluarga
|
|
Kekayaan wanita asal Singapura ini berasal dari kerajaan bisnisnya, Club 21 Global yang menaungi 30 merek fashion kelas atas seperti Calvin Klein, Giorgio Armani, Dolce & Gabbana, Lanvin, Balenciaga dan masih banyak lagi. Penjualan perusahaan tahun lalu melesat hampir 70% menjadi 121 juta poundsterling karena besarnya pertumbuhan permintaan di pasar Asia.
Christina merintis bisnisnya dari satu butik kecil di Tanglin Shopping Centre Singapura pada 1972. Dia juga memiliki bisnis properti, resort dan spa melalui Como Group; Hotel Properties yang mengelola Hard Rock Cafe dari Beijing hingga Bali; NSL - industri campuran dan hak penjualan Ferrari.
Sebelum menikah dengan raja properti Malaysia, Ong Beng Seng, Christina bekerja dengan sang ayah yang seorang trader minyak, Peter Fu.
6. Anita Zabludowicz
|
|
Anita dan suaminya membangun sepasang mansion senilai 60 juta poundsterling untuk diri mereka masing-masing. Dilengkapi dengan sebuah galeri seni, proyek ini merupakan salah satu penggalian basement terbesar di Inggris.
Pasangan Zabludowicz juga membeli tanah di jalanan London utara yang dijuluki Billionaires’ Row. Sebuah rumah baru dibangun di sana pada tahun 1990an. Tahun lalu mereka mendapat izin mengganti sebuah rumah 1930an dengan proyek puluhan juta poundsterling yang meliputi sebuah koridor patung-patung.
Koleksi seni kontemporer mereka yang jumlahnya lebih dari 5.000 buah kini banyak sekali hingga perlu merekrut sekelompok staf untuk memamerkan, mempromosikan dan merawat itu semua.
5. Baroness Howard de Walden dan keluarga
|
|
Howard de Walden Estates mengakuisisi 14 bangunan kuno di Harley Steet dari Crown Estate pada tahun 2010 senilai 34 juta poundsterling. Properti de Walden seluas 90 di pusat kota London belum pernah diperjualbelikan selama lebih dari 470 tahun.
4. Lady Green
|
|
Melalui Taveta Investments, istri raja ritel Sir Philip Green ini memiliki sekitar 2.300 outlet di seluruh Inggris. Wanita kelahiran Afrika Selatan ini merupakan pemegang 92% saham Arcadia Group, induk usaha ritel pakaian Top Shop, Burton dan Dorothy Perkins. Pemilik nama asli Tina Green ini juga memiliki saham istimewa lebih dari 23 juta poundsterling di Marks&Spencer setelah gagal membeli perusahaan tersebut di awal tahun 2000.
3. Kirsten Rausing
|
|
Grup usaha kemasan produk (packaging) asal Swiss, Tetra Laval membukukan penjualan 7,6 miliar pada 2009. Kirsten seorang penggemar berat pacuan kuda dan memiliki dua peternakan kuda jantan. Seiring pesatnya pertumbuhan Asia, kini Tetra Laval bernilai 7,6 miliar poundsterling.
2. Charlene de Carvalho
|
|
Kekayaan Charlene naik 90 juta poundsterling dari tahun lalu. Wanita berusia 57 tahun ini adalah putri Freddy Heineken, mantan bos produsen bir kenamaan Heineken. Charlene mewarisi harta sang ayah ketika dia meninggal dunia pada tahun 2002.
1. Kirsty Bertarelli
|
|
Mantan Miss UK ini juga seorang penulis lagu. Salah satu karyanya yang paling hit adalah lagu “Black Coffee” untuk band All Saints. Suami Kirsty adalah pemilik perusahaan bioteknologi raksasa, Serono hingga tahun 2007. Sang suami juga pemenang America's Cup, lomba balap kapal pesiar pada tahun 2003 dan 2007. Kekayaan pasangan ini naik 530 juta euro dari tahun lalu.
Halaman 2 dari 11










































