"Pelajaran pesantren atau madrasah itu bisa jadi acuan bisnis," kata Dahlan.
Pelajaran pesantren dan madrasah itu adalah Tauhid dan Istiqomah. Dahlan mengaku prinsip islami ini ditekuninya selama Ia menjadi seorang pengusaha.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dahlan mengartikan Tauhid adalah mengesakan. Hal ini berarti para wirausaha harus fokus dalam menjalani bisnisnya. Sedangkan untuk Istiqomah Dahlan berpendapat para wirausaha harus menekuni satu bidang usaha dulu sebelum mengembangkan usaha lain. Hal ini penting agar wirausaha dapat mengatur bisnisnya dengan baik.
"Inti dari Tauhid itu mengesakan. Dan di bisnis inti Tauhid adalah fokus dalam menjalani usaha baru. Kemudian tekuni 1 bisnis secara Istiqomah pasti berhasil,"
Dahlan tidak menampik banyak para wirausaha yang tidak menjalani cara-cara ini. Lalu bagaimana Ia mengomentari wirausaha yang tidak menjalani Tauhid dan Istiqomah?
"Penyakit teman-teman muda maunya cepat berhasil dan melakukan bisnis dengan jumlah yang banyak. Ini tidak betul karena melanggar Tauhid dan Istiqomah. Kalo melaksanakan selain itu saya katakan musyrik dan masuk neraka alias bangkrut. Kalo gagal atau bangkrut harus banting setir silahkan bangkit lagi," ujarnya.
"Saya punya 100 perusahaan mengapa tidak musyrik? Itu saya lakukan setelah menekuni 1 bisnis selama 10 tahun. Baru setelah berhasil dan berkembang. Itu anggap aja sudah Maarifah. Syariat harus dijalani dulu dengan baik," tandasnya.
(wij/ang)