Investor AS Bangun Listrik Tenaga Angin Pertama RI di Yogyakarta

Wiji Nurhayat - detikfinance
Rabu, 15/05/2013 16:41 WIB
//images.detik.com/content/2013/05/15/1034/164217_161732_listrik.jpg Foto: dok.detikFinance
Jakarta -Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) akan mempunyai Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berbahan bakar angin pertama di Indonesia. Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X memastikan itu usai menyetujui investor asal Amerika Serikat membangun PLTB di Yogyakarta.

"Jadi ada investor dari Amerika Serikat akan melakukan investasi Bayu Energi (Energi angin) karena ini masuk energi terbarukan. Sehingga pemerintah ingin dipercepat," ungkap Sri Sultan saat ditemui di Gedung ESDM, Jakarta, Rabu (15/05/2013).

Nantinya PLTB ini akan dibangun di kota Bantul Yogyakarta dengan kapasitas listrik yang akan dihasilkan sebesar 50 megawatt (MW).

"Ini di Bantul Yogyakarta untuk menghasilkan 50 MW di Pantai Selatan. Mereka sudah melakukan pengkajian sudah 5 tahun yang lalu dan membuat percobaan. Kita akan memfasilitasi. Pak Jero memproses dan ESDM membentuk tim energi terbarukan. Tinggal aspek teknis saja untuk proses di BKPM-nya (Badan Koordinasi Penanaman Modal). Nantinya listrik bakal dibeli PLN," tuturnya.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri Bidang Kelembagaan dan Perencanaan Strategis Kementerian ESDM Wiraatmaja Puja menjelaskan, PLTB ini akan dibangun bulan September 2013. Dikatakan dia, investor asal Amerika Serikat tersebut adalah UPC.

"Sri Sultan sudah hibahkan tanahnya untuk PLTB, luasan tanahnya saya lupa tapi cukup luas, di daerah Samas, Bantul. Investasi belum bisa saya katakan namun tahun 2014 proyek ini jadi. September 2013 mulai dibangun dengan investor UPC dan dengan mitra lokal juga," katanya.

Menurut rencana, nantinya akan dibangun 20-25 tower angin dengan kekuatan listrik yang dihasilkan sebesar 2 megawatt/tower. Untuk harga per kwh, ia mengaku lebih mahal dari harga listrik biasa karena ini pertama di Indonesia.

"Karena ini baru dan menjadi pioneer harganya lebih tinggi dari listrik biasa. Komposisi pembangunan tiang angin ini 35% dari kandungan lokal jadi masih ada 65% kandungan produksi luar negeri," jelasnya.
(wij/dnl)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut