detikfinance

30 Juta Hektar Lahan Potensial di Indonesia Menganggur

Zulfi Suhendra - detikfinance
Jumat, 14/06/2013 12:24 WIB
//images.detik.com/content/2013/06/14/4/122848_sawah3201.jpg
Jakarta -Masih banyak lahan-lahan potensial di Indonesia yang belum difungsikan. Sekitar 30 juta hektar lahan potensial bisa digunakan untuk meningkatkan produktivitas pertanian dan perkebunan.

Demikian disampaikan oleh Ketua Lembaga Pengkajian, Penelitian dan Pengembangan Ekonomi (LP3E) Kadin Didik J. Rachbini dalam sebuah diskusi Pertanian dan Pangan di Menara Kadin, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Jumat (14/6/2013).

"Banyak lahan tersedia itu. Kita punya lahan potensial 30 juta hektar. Itu harus dimanfaatkan secara selektif," kata Didik.

Didik mengatakan, lahan-lahan tersebut terdiri atas lahan kering semusim, tahunan, juga lahan basah rawa dan non rawa. Dari keseluruhan ketersediaan lahan potensial tersebut, Didik mengatakan, paling banyak terdapat di Papua, sedangkan di Jawa sudah hampir tak tersedia.

"(Untuk meningkatkan lahan) harus dengan cara membuka lahan di pulau-pulau tertentu. Maluku, Papua, di Jawa sudah tidak bisa," lanjutnya.

Ia pun mengatakan, rekomendasi mengenai percepatan pembukaan lahan baru ini akan disampaikan ke pemerintah pusat termasuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurutnya, dalam mewujudkan ketahanan pangan, diperlukan ekstensifikasi lahan, juga peningkatan produktivitas agar tak lagi bergantung pada impor pangan.

"Ini akan kita rekomendasikan ke pemerintah melalui Ketum (Ketua Umum Kadin Suryo Bambang Sulisto)," tutupnya.

(zul/hen)

Berita ini juga dapat dibaca melalui m.detik.com dan aplikasi detikcom untuk BlackBerry, Android, iOS & Windows Phone. Install sekarang!



Silakan  atau daftar untuk mengirim komentar
Tampilkan Komentar di:        
Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Gb Senin, 27/10/2014 11:44 WIB
    Wawancara Khusus Menkeu
    Bambang Brodjonegoro: Kita Sebagai Menteri Bukan Superman
    Salah satu menteri Kabinet Kerja dari kalangan profesional adalah Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro, yang didapuk sebagai Menteri Keuangan. Guru Besar Ekonomi Universitas Indonesia ini tidak asing dengan lingkungan Kementerian Keuangan.
  • Gb Kamis, 30/10/2014 08:45 WIB
    Ellen May: Bye-bye QE
    Quantitative Easing, kebijakan Pelonggaran Kualitatif adalah sebuah kebijakan moneter di AS. Sekarang kebijakan ini sudah selesai.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut