OJK: Asuransi Bumiputera Tengah Bermasalah, Perlu Perbaikan Segera

Maikel Jefriando - detikfinance
Senin, 30/09/2013 16:32 WIB
OJK: Asuransi Bumiputera Tengah Bermasalah, Perlu Perbaikan Segera
Jakarta -Asuransi Jiwa Bersama (AJB) Bumiputera mengalami masalah dalam permodalan. Jika tidak ada perbaikan, dalam jangka panjang perusahaan ini bisa-bisa tidak dapat bertahan. Nantinya akan merugikan pemegang polis.

Deputi Komisioner Pengawas Industri Keuangan Non Bank (IKNB) I Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Ngalim Sawega mengatakan secara jangka pendek, perseroan masih dapat bertahan. Namun jika tanpa perubahan, Bumiputera sulit bertahan.

"Bumiputera kalau dari sisi jangka pendek itu tak masalah, dalam jangka panjang itu dikhawatirkan. Untuk itu sedini mungkin dilakukan perbaikan. Nah perbaikan untuk perusahaan sekelas Bumiputera itu agak susah," ujarnya di kantor OJK, Jalan Wahidin Raya, Jakarta, Senin (30/9/2013)

Dalam bisnis Bumiputera, pemegang polis adalah pemilik. Artinya ketika ada gangguan modal maka semua diserahkan ke pemegang polis. Kondisinya, perusahaan tengah kekurangan modal. Ini akibat roda bisnis yang tidak berjalan.

"Persoalannya itu kan nggak mungkin pemegang polis untuk ikut menambah modal. Karena sulit untuk dilakukan. Karena pemegang polis itu belum tau lho itu dia pemiliknya," sebutnya.

Beda halnya, jika Bumiputera adalah sebuah perseroan terbatas (PT). Di mana seandainya ada kondisi tersebut, bisa diserahkan ke pemegang saham. Untuk itu manajemen perusahaan harus berupaya kembali menghidupkan roda bisnis.

"Sekarang nggak ada pemasukan, tapi klaim turun terus. Ini jangka pendek oke, tapi jangka panjang susah. Maka dari itu dibutuhkan perputaran bisnis. Jadi seburuk itu kondisinya sekarang," ujar Ngalim.

OJK telah memberikan sanksi kepada Bumiputera berupa Surat Peringatan II (SP). Kemungkinan terburuk bila kondisi tidak berubah, maka pencabutan izin usaha terpaksa dilakukan.

"Kita sudah ngasih sanksi, itu sudah dilakukan SP II. tapi jangan sampai kita melakukan pencabutan izin usaha. Nah itu kan kita kasihan pemegang polis," tegasnya.

Bumiputera telah melakukan perombakan direksi beberapa waktu lalu yang menempatkan Madjdi Ali sebagai Direktur Utama. Ia berharap ada perubahaan yang signifikan untuk menyelematkan 4 juta pemegang polis di perusahaan tersebut.

"OJK berikan restu untuk struktur ini, tapi awas jangan sampai terjadi macam-macam. Kita mengingatkan jangan sampai ada fraud," ucapnya.

Sejauh ini persoalan klaim dan aktifitas perusahaan masih berjalan normal. Namun, tetap harus ada kewaspadaan tinggi.

"Selama ini klaim-klaim itu tetap terbayar. Dan belum diketahui ada keluhan atau tidak. Tapi jangan dipikir itu tidak terjadi apa-apa. Makanya kita siapkan obat sebelum penyakit datang," pungkasnya.

OJK bahkan menyarankan untuk mengubah Bumiputera untuk menjadi PT. Agar persoalan modal ini dapat tertanggulangi.

"Apakah akan di PT kan? Itu boleh saja. Dan saya menganjurkan untuk menjadi PT. Karena modalnya bisa cepat terbantu," tutupnya.

(mkl/dru)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China Senin, 18/07/2016 12:05 WIB
    Wawancara Tenaga Ahli Kemenko Maritim
    Natuna, Daerah Kaya Sumber Daya yang Diincar China
    Natuna adalah wilayah yang sangat penting. Bukan hanya kaya akan ikan, Natuna juga menyimpan potensi besar di sektor migas dan pariwisata.
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut