Masuknya beras Vietnam kelas super dengan harga setara beras biasa (medium) di dalam negeri sempat membuat bingung pemerintah. Seperti yang pernah dalam temuan di Pasar Beras Cipinang.
"Rembesan dari beras premium itu jadi tantangan yang harus kita hadapi saat ini. Pengawasan harus lebih insentif, karena selisih harganya beras premium di luar dengan di kita jauh sekali," kata Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Bayu Krisnamurthi ditemui di Kantor Kementerian Pertanian, Selasa (25/2/2014).
Bayu mencontohkan, harga beras jenis premium di Thailand saat ini hanya US$ 400 per ton artinya jika sampai di Indonesia hanya Rp 5.000 per Kg.
"Bandingkan dengan harga beras premium di Indonesia Rp 10.000-Rp 11.000 per Kg, jauh sekali bedanya. Saya siap berjuang mati-matian kalau selisihnya hanya Rp 1.000 per Kg, tapi kalau selisihnya setengahnya, itu artinya daya saing kita yang rendah," ungkap Bayu.
(rrd/hen)











































