Menteri BUMN Dahlan Iskan sempat menjajal jalan yang dibuat oleh WIKA. Ia mengatakan jalan tersebut kualitasnya sangat bagus bahkan jauh lebih baik kualitasnya daripada jalan tol yang ada di Indonesia.
"Itu lebih bagus dari yang ada di Amerika (AS) bahkan di Indonesia. Di sana ada 3 jalur, kiri dan kanan. Di sana WIKA yang dapat proyek. Yang baru jadi 500 Km, kalau WIKA dapat bagian 200 Km, sisanya kontraktor Tiongkok, sepotong lagi kontraktor lokal" kata Dahlan kepada detikFinance seperti dikutip Selasa (25/6/2014).
Proyek highway masih terus berlanjut karena pemerintah Aljazair merencanakan pembangunan jalan sepanjang 1.000 Km dengan 3 ruas di kiri dan kanan jalan. Dari hasil percakapan dengan otoritas di Aljazair, Dahlan menerima pendapat positif.
"Dari peninjauan dan pengakuan dengan pejabat tinggi di sana diakui WIKA yang terbaik. Mereka puas dengan pekerjaan WIKA. Saya ke sana untuk beri dukungan ke WIKA supaya dapat pekerjaan berikutnya," katanya.
Pada kunjungan di Aljazair, Dahlan melihat adanya potensi WIKA untuk terlibat pada program membangun 2 juta hunian yang digagas pemerintah setempat.
"Kesempatan di situ besar sekali karena pemerintah lagi berencana membangun 2 juta rumah. Itu rumah susun," paparnya.
Dahlan juga mengaku melihat keberhasilan PT Pertamina (Persero) di Aljazair. Lapangan atau sumur minyak yang dibeli Pertamina mampu menghasilkan minyak mentah yang telah dikapalkan ke tanah air.
"Pertamina selama ini telah merencanakan akuisisi sudah 6 kali usaha di luar negeri tapi yang riil berjalan baru di Aljazair. Sehingga dalam 6 bulan terakhir perusahaan sudah jalan dan sudah kapalkan 3 kali ke Indonesia," katanya
Potensi besar di Aljazair bisa ditangkap oleh BUMN Indonesia. Apalagi Indonesia dan Aljazair memiliki hubungan emosional yang kuat. Aljazair terbantu oleh aktivitas Indonesia ketika menyelenggarakan Konferensi Asia Afrika (KAA) di Bandung tahun 1955. Pasca menghadiri acara tersebut, satu tahun kemudian Aljazair memdeklarasikan kemerdekaannya.
"Tentu setelah keadaan di sana lagi berkembang. WIKA sudah punya network, Pertamina punya network. Ini sebaiknya bangun Indonesia incorporated bisa terwujud di sana. Nanti saya akan bicarakan dengan BUMN yang lain. Apa yang bisa dikerjakan daripada rintis sendiri-sendiri," paparnya.
(feb/hen)










































