Selama ini Malaysia tidak menjual bensin dengan RON88 atau jenis Premium dan RON90 setara Pertamax di Indonesia. Bensin termurahnya adalah RON95 yaitu setara Pertamax Plus di Indonesia.
Harga jual RON95 ini di Malaysia sebesar 2,3 ringgit atau setara Rp 8.530 per liter (kurs Rp 3.630/ringgit). Sementara Pertamax Plus di Indonesia dijual di atas Rp 11.000-an.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kilang minyak di dalam negeri itu tidak efisien, sehingga biaya produksinya tinggi, ujungnya harganya juga tinggi," katanya kepada detikFinance beberapa waktu lalu.
Tidak efisiennya kilang minyak di dalam negeri juga berhubungan dengan menurunnya produksi minyak. Sehingga kilang harus mendapatkan pasokan minyak mentah impor dari berbagai negara atau minyak "cocktail" yaitu minyak campuran.
"Akibat dicampur sana sini membuat kilang tidak efisien, sehingga biaya produksi-pun makin mahal," tambah Ibrahim.
Selain itu, desain awal kilang minyak Indonesia untuk memproduksi minyak tanah (kerosene). Fungsinya diubah menjadi BBM jenis lain sehingga tidak semua spesifikasinya tepat.
"Dulu kan kilang didesain sekali masak di kilang menghasilkan 60% minyak tanah, avtur 10%, premium 20%, 10% solar sisanya residu," katanya.
Kondisi sekarang malah sebaliknya, yaitu 60% untuk memproduksi premium, sedangkan minyak tanah turun drastis sekitar 1%.
Sementara kilang-kilang minyak di Malaysia memang sudah didesain untuk memproduksi bensin dengan RON di atas 95 sehingga ada efisiensi dan harga jualnya pun bisa lebih murah.
(ang/dnl)











































