Eri Susanto (34), salah seorang peserta BPJS non aktif mengatakan, dirinya sudah berhenti sejak awal Juni, dan mengurus pencairan JHT agar bisa dipakai untuk menambah modalnya membuka toko bulan ini.
"Rencana mau buat buka usaha. Ikut Jamsostek (sekarang BPJS Ketenagakerjaan) sudah 8 tahun, saldonya sekitar Rp 15 juta. Kan lumayan buat tambahan modal," kata Eri ditemui detikFinance di BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (2/7/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kan dapatnya juga 10%. Belum bisa cukup buat tambahan bikin usaha. Mau nggak mau cari jalan lain, nanti mau nambahin dari ngojek saja," ungkap Eri.
Eri menuturkan, sebagai pekerja swasta biasa, dirinya sangat berharap bisa mencairkan dana JHT pasca pensiun. Sebab, dana ini bisa menolong para pekerja swasta seperti dirinya ketika hendak berhenti kerja.
"Katanya sih mau diusahakan, tapi kita lihat nanti. Sebenarnya keuntungan ada di BPJS, jadi dengan cair bisa lanjutin dengan usaha. Ini kan jadi solusi juga buat pemerintah kurangi pengangguran," tambahnya.
(ang/ang)











































