Dari data Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat hingga 12 Agustus 2015, tercatat dari total 2.101 km panjang jalan lintas perbatasan ini, sekitar 703 km masih belum tersambung.
Sisanya telah tersambung, namun masih sebagian saja yang sudah berlapis aspal sempurna. Sepanjang 896,55 km sudah tersambung, namun masih berupa jalan tanah atau lapisan aspal dasar dan baru 500,97 km yang sudah beraspal sempurna.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Anggarannya tidak bisa full satu tahun semua. Karena anggaran kita terbatas dan banyak prioritas lain yang sama penting. Sehingga uangnya dibagi tiap tahun anggaranβ," ujar Dirjen Bina Marga Kementerian PU dan Perumahan Rakyat, Hediyanto W Husaini, kepada detikFinance, Rabu (20/8/2015).
Pada 2015, anggaran yang dialokasikan adalah Rp 795,22 miliar, untuk melakukan pekerjaan sepanjang 333,38 km berupa pelebaran dan peningkatan kapasitas jalan yang sudah ada.
"Termasuk pembukaan lahan yang masih tertutup hutan sepanjang 249 km dengan kebutuhan dana Rp 499,78 miliar, yang dikerjasamakan dengan Zeni Angkatan Darat," katanya.
Untuk 2016, anggaran yang disiapkan adalah Rp 1,319 triliun untuk melakukan pekerjaan jalan sepanjang 195,37 km. Dana tersebut dipergunakan untuk melanjutkan proses peningkatan kapasitas jalan yang sudah ada dan membuka area-area akses yang masih terputus karena tertutup hutan.
Sedangkan di 2017, akan dialokasikan dana Rp 1,2 triliun untuk melakukan pekerjaan yang kurang lebih sama.
"Anggaran 2016 dan 2017 memang lebih tinggi karena semakin banyak jalan yang kita lakukan agregat dan pembangunan konstruksi pengaspalan sekaligus juga membuka lahan yang masih terputus oleh hutan sampai 100%," katanya.
(dna/ang)











































