"Tahun pertama ini kita ajukan US$ 2 miliar," kata Bambang di Daioyutai State Guest House, Beijing, Sabtu (16/1/2016)
Enam proyek tersebut meliputi berbagai bidang infrastruktur. Tiga proyek ada pada bidang kelistrikan, kemudian pembangunan jalan tol, perbaikan jalan nasional dan air minum.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bambang menambahkan, ada beberapa dari proyek tersebut sudah melalui proses pembangunan dan dibiayai oleh lembaga multilateral lainnya. Nantinya dana dari AIIB, akan melengkapi kekurangan pembiayaan.
"Ada yang diusulkan itu digabungkan dengan lembaga multilateral lain," sambung Bambang.
Dalam skema AIIB, proyek infrastruktur yang didanai adalah infrastruktur fisik alias hard infrastruktur seperti, jalan, jalur kereta api, bandar udara (bandara), pelabuhan, pembangkit listrik, transmisi, kilang minyak, dan lainnya.
"Ini hanya untuk yang hard infrastructure," ungkapnya.
(mkl/dna)











































