detikfinance

Saham Freeport Indonesia Lebih Mahal dari Freeport McMoRan, Kok Bisa?

Michael Agustinus - detikfinance
Rabu, 20/01/2016 21:05 WIB
Saham Freeport Indonesia Lebih Mahal dari Freeport McMoRan, Kok Bisa?
Jakarta -PT Freeport Indonesia telah menawarkan 10,64% sahamnya kepada pemerintah Indonesia dengan harga US$ 1,7 miliar atau sekitar Rp 23 triliun. Harga yang dibanderol Freeport Indonesia ini dinilai kemahalan karena lebih tinggi dibanding harga saham perusahaan induknya, Freeport McMoRan Inc, yang sudah tercatat di New York Stock Exchange.

Harga 100% saham Freeport McMoRan di New York Stock Exchange saja US$ 4,8 miliar, sementara harga 10,64% saham Freeport Indonesia dihargai US$ 1,7 miliar alias lebih dari 3 kali lipatnya. Kok bisa ya?

‎VP Corporate Communication PT Freeport Indonesia, Riza Pratama, menyatakan bahwa hal itu masuk akal saja, bisa saja harga saham anak perusahaan lebih mahal daripada perusahaan induknya.

"Oh bisa saja, itu bisa terjadi. Itu kan perusahaan induk. PTFI dan Freeport McMoRan lain nih," kata Riza saat ditemui usai Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi VII di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (20/1/2016).
 
Dia beralasan, harga saham yang ditawarkan mencapai US$ 1,7 miliar karena Freeport Indonesia berencana menggelontorkan dana investasi sampai US$ 15 miliar untuk menggali emas di Tambang Grasberg, Papua, hingga 2041. Besarnya modal yang dibutuhkan ini membuat harga saham Freeport Indonesia tinggi.

"PTFI kan akan melakukan investasi sebesar US$ 15 miliar. Itu investasi yang akan kita keluarkan untuk tambang bawah tanah," ucapnya.

‎Sebelumnya, Ramson Siagian, anggota Komisi VII DPR, mengungkapkan bahwa nilai saham Freeport McMoRan Inc, perusahaan induk ‎PT Freeport Indonesia di Amerika Serikat yang listing di Bursa Saham New York, hanya US$ 4,8 miliar.

"Market value Freeport McMoRan hanya US$ 4,8 miliar‎," ucapnya.

Menteri BUMN, Rini Soemarno, juga menyebut harga saham yang ditawarkan Freeport kemahalan. Dengan harga komoditas pertambangan yang sedang anjlok dalam beberapa tahun terakhir, menurut Rini, harusnya harga saham Freeport bisa jauh lebih rendah.

"Freeport penawarannya ditawarkan ke Pemerintah. Kami sudah minta masukan dari Danareksa, Mandiri Sekuritas. Memang kalau saya lihat saat ini harganya menurut saya terlalu tinggi," tutur Rini.

(hns/hns)



Sponsored Link
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Informasi pemasangan iklan
hubungi : sales[at]detik.com
  • CEO Arianespace: Peluncuran Satelit BRI dan Rekor Baru Selasa, 21/06/2016 06:52 WIB
    Wawancara Khusus CEO Arianespace
    CEO Arianespace: Peluncuran Satelit BRI dan Rekor Baru
    BRI mengukir sejarah baru perbankan dunia, menjadi bank yang memiliki satelit pertama di dunia. Peluncuran satelit bernama BRIsat ini dibantu oleh Arianespace.
  • Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi? Kamis, 24/03/2016 17:19 WIB
    Apa Saja Keuntungan Berinvestasi Obligasi?
    Memilih investasi yang tepat bukan perkara mudah. Berbagai instrumen investasi ditawarkan mulai dari saham, obligasi, reksa dana, deposito, emas, dan lain-lain.


“Mau berinvestasi di pasar modal ? Mega Online Trading adalah solusinya”

www.megaonlinetrading.com

Info Lebih Lanjut
MustRead close