Ken menjelaskan, masyarakat tidak akan bisa berhenti untuk membayar pajak. Misalnya, untuk menuliskan kicauan di twitter, secara tak sadar masyarakat sudah membayar pajak.
"Pajak nggak bisa diboikot. Kalau dia nulis status saja, itu sudah kena pajak. Ada PPn untuk pulsa kan," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Senin (29/8/2016).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kalau mau belanja juga kena pajak. Ya nggak bisa diboikot," terangnya. (mkl/drk)











































