Follow detikFinance
Rabu, 18 Nov 2015 00:00 WIB

Minimarket Bantu Warung Tradisional

Advertorial - detikFinance
Jakarta -

Pertumbuhan industri ritel modern di Tanah Air yang terus berkembang, tak lantas membuat kalangan pengusaha ritel lalai dalam menjalankan tanggung jawab sosial. Begitu pula yang ditunjukkan oleh perusahaan ritel nasional, PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (SAT), pemilik jaringan ritel Alfamart Alfamidi.

Presiden Direktur Alfamart, Hans Prawira menuturkan, tanggung jawab sosial (CSR) yang dijalankan, mengacu pada visi perusahaan.

Yakni, menjadi jaringan distribusi ritel terkemuka yang dimiliki oleh masyarakat luas, berorientasi kepada pemberdayaan pengusaha kecil, pemenuhan kebutuhan dan harapan konsumen, serta mampu bersaing secara global.

Dalam menjalankan program CSR, perusahaan fokus pada pemberdayaan pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) khususnya pedagang tradisional. Melalui program Outlet Binaan Alfamart (OBA) dengan sistem keanggotaan, lanjutnya.

Teknisnya, Member Relations Officer (MRO) Alfamart akan mendata dan mengajak pedagang tradisional di sekitar toko untuk bergabung menjadi anggota pedagang OBA.

Anggota OBA akan memperoleh berbagai kemudahan, seperti penyediaan pasokan barang berkualitas, serta dapat memesan barang ke toko dengan harga spesial yang disubsidi oleh perusahaan, dan fasilitas antar tanpa dikenai ongkos kirim.

Pedagang diajak mengikuti pelatihan manajemen ritel modern, dengan materi tentang teknik menata barang, pengetahuan produk, cash flow, hingga melayani konsumen. Perusahaan juga memberikan bantuan bedah warung untuk mempercantik tampilan fisik warung.

Program OBA telah diaplikasikan di berbagai kota yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, Kalimantan, Bali, dan Lombok. Hingga September 2015, jumlah anggota OBA yang aktif mencapai 57.197 pedagang dan 555 warung telah direnovasi, terang Hans.

Toko Mitra Alfamart

Selain memberdayakan pengusaha kecil melalui Program Outlet Binaan Alfamart, perusahaan juga mengembangkan kemitraan dengan pelaku UMKM melalui format kerja sama Toko Mitra Alfamart (TMA).

Melalui TMA, pedagang kecil dapat mendirikan Toko lebih modern dengan modal investasi yang terjangkau. Untuk menjadi anggota TMA, mitra bisa melakukan upgrade warung tradisional menjadi format minimarket. Modal yang dibutuhkan berkisar Rp 55 hingga 75 juta, tergantung dari luas dan tipe tokonya, papar Hans.

Pemilik TMA akan mendapatkan pasokan barang dagangan dengan harga spesial yang akan dikirim oleh MRO melalui toko Alfamart terdekat. Selama kemitraan terjalin, perusahaan juga memberikan pendampingan secara rutin.

Perusahaan juga memiliki bagian khusus yang menangani TMA secara profesional yakni Small and Micro Business Department. Pengelola toko tradisional atau koperasi yang ingin usahanya dikelola dengan lebih modern dapat menghubungi SME Relations Specialist kami, Sdri Novi 0816 1710 9992.

Sebelumnya TMA telah diaplikasikan di berbagai wilayah diantaranya Cimahi, Sukabumi, Bogor, Bekasi, Cirebon, serta Malang.

Raih Penghargaan

Melalui Program Pembedayaan Pedagang Kecil perusahaan meraih penghargaan The Best in Social Marketing di ajang Marketing Award 2015 dari Majalah Marketing Jakarta (11/9/2015), Nusantara CSR Award 2015 dari The La Tofi School of CSR, Yogyakarta (7/10/2015). Pemenang terbaik Program PR Inspirasional di ajang The 4th Indonesia Public Relations Awards and Summit 2015 yang digelar SPS di Jakarta (27/10/15).

Go International

Selain memperkuat bisnis ritel modern di Tanah Air, Alfamart juga terus berekspansi di manca negara. Hingga September 2015, telah dibuka 77 toko dan sampai akhir Tahun 2015 targetnya mencapai 100 Toko Alfamart di Manila, Filipina yang beroperasi dengan skema usaha patungan (joint venture) menggandeng peritel lokal, Grup SM.

Melalui perusahaan Alfamart Retail Asia Ltd (ARA) yang bermarkas di Singapura, perusahaan bekerja sama dengan SM Retail Supermarket. Salah satu unit perusahaan SM Investments Corporation di Filipina, membuka toko Alfamart pertamanya pada bulan Juni 2014. Pola kepemilikan sahamnya, masing-masing sebesar 35 persen (Alfamart) dan 65 persen (Grup SM).

Hadirkan Alfaonline

Sejak meluncurkan Alfaonline pada 18 Februari 2013, Alfamart kian serius menggarap pasar digitalnya. Melalui anak perusahaannya, PT Sumber Trijaya Lestari, Alfaonline telah melayani konsumen melalui 31 cabang Alfamart yang tersebar di Indonesia, dengan rata-rata jumlah transaksi lebih dari 5.000 struk per hari.

Jika sebelumnya konsumen hanya bisa mengakses melalui website www.alfaonline.com. Kini kami juga menghadirkan aplikasi mobile Alfaonline yang dapat diunduh di smartphone berbasis Android dan iOS, imbuh Haryo Suryo Putro, Chief Operating Officer Alfaonline.

Selain menyediakan kebutuhan sehari-hari, Alfaonline juga menawarkan produk lainnya seperti gadget and consumer electronics, home appliance, health and beauty, dan masih banyak lagi.

Mengusung smart & easy shopping, sambung Haryo, Alfaonline optimistis dapat menjadi solusi belanja untuk keluarga modern Indonesia. Kami hadir untuk memberi kemudahan berbelanja, konsumen dapat memilih layanan pesan antar maupun layanan pick-up di toko-toko Alfamart. Tersedia pula free delivery untuk pembelanjaan di atas Rp 100.000 (untuk barang grocery), ujarnya.

(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed