Terkait dengan rencana tersebut, KSEI tengah mematangkan kerja lama dengan empat bank pembayaran, yang selama ini menjadi tempat PE menempatkan dana para nasabahnya. Keempat bank yang telah ditunjuk adalah Bank Mandiri, Bank Central Asia, Bank CIMB Niaga, dan Bank Permata.
"Dua dari empat bank tersebut telah siap dan akan mulai diujicobakan pada Agustus. Sementara itu, dua yang lain sedang di-follow up," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ananta, pemisahan rekening nasabah dengan PE bertujuan meningkatkan industri pasar modal Indonesia dan secara khusus membangun kredibilitas PE di Indonesia. "Kami sebagai salahsatu self regulatory organization (SRO) di pasar modal Indonesia menginginkan terciptanya tertib administrasi keuangan para pelaku pasar modal," katanya.
Dia menambahkan bahwa upaya pemisahan dana nasabah dengan PE akan berdampak secara langsung mengangkat kredibilitas broker. Selain itu, para investor juga akan semakin mandiri dalam memonitor dana dan efeknya. Pada akhimya, investor dapat menilai broker mana yang bisa dipercaya.
Mekanismenya, PE akan diwajibkan membuka rekening dana terpisah alas nama investor di bank. Selanjutnya, administrasi dana investor tetap dilaksanakan oleh PE. Namun, investor dapat aktif mengawasi bagaimana PE mengadministrasikan'dana milik para nasabahnya.
KSEI menargetkan jumlah pengguna kartu Akses bisa mencapai lebih dari 60 ribu nasabah dari, dari total sub rekening efek yang terdaftar. Sementara itu, hingga kemarin, terdapat sekitar 290 ribu subrekening efek yang terdaftar.
"KSEI percaya bahwa hingga akhir 2010, jumlah pemegang kartu Akses akan mencapai 50% dari jumlah tersebut," ujar Ananta.
Setelah selesai menyelesaikan road show sosialisasi kartu Akses di Jakarta, KSEI berencana melanjutkannya ke sejumlah kota besar lain, di antaranya Medan dan Bandung. KSEI juga mempertimbangkan sosialisasi ke Batam. Makassar, dan Kalimantan. (du)
Sumber: Investor Daily, 5 Agustus 2010, Hal 11.
(adv/adv)











































