Pengawasan Nasabah Banyak Rekening Efek Tidur

Pengawasan Nasabah Banyak Rekening Efek Tidur

- detikFinance
Jumat, 05 Nov 2010 16:48 WIB
Pengawasan Nasabah Banyak Rekening Efek Tidur
Jakarta - Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) menemukan banyak rekening efek nasabah selama ini tidur atau tidak aktif. Hal itu tampak dari 70 ribu subrekening tidur atau dormant account yang dihapus KSEI untuk menghindari penya lahgunaan rekening tersebut dari tindak kejahatan pasar modal.

Direktur Utama KSEI Ananta Wiyogo mengatakan penutupan subrekening tersebut dilakukan setelah dalam enam bulan terakhir terpantau tidak aktif melakukan transaksi.

Di samping itu, rekening tersebut tidak memiliki efek dan dana lagi. "Jadi efek dan dananya nol, maka kita putuskan untuk menutupnya daripada nanti disalahgunakan," tegas Ananta dalam acara Sosialisasi Kartu AKSes di Jakarta, Rabu (4/8).

Dengan demikian, jumlah su bre kening yang tercatat di KSEI saat ini turun drastis menjadi 290 ribu dibanding posisi akhir Juni sebesar 360 ribu subrekening.

KSEI sebelumnya sudah melakukan konfi rmasi kepada pemilik subrekening sebelum menghapus rekening tidur tersebut. Ada beberapa nasabah yang menolak meng hapus subrekening, dan bersedia membayar uang pemeliharaan sebesar satu juta rupiah per bulan.

"Mereka yang seperti ini akan kita awasi, untuk apa dia mempertahankan subrekening yang sudah tidak aktif. Pasti ada motif-motif ter tentu," tegas Ananta.

Terkait kecilnya jumlah subrekening di KSEI saat ini, praktisi pasar modal Haryajid Ramelan menilai jumlah tersebut tidak cukup signifi kan jika dibanding dengan total jumlah penduduk Indonesia yang saat ini diperkirakan lebih dari 250 juta jiwa.

Jumlah subrekening yang disampaikan KSEI tersebut me nunjukkan masyarakat yang menikmati keuntungan da ri berinvestasi di pasar modal masih sangat kecil. Artinya kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional masih kecil.

"Belum lagi kalau dari 290 ribu rekening itu ada investor yang punya lebih dari dua rekening, jumlah investor yang tercatat masih sangat kecil," ujar Haryajid.

Penghapusan subrekening tersebut tentu saja berdampak pada pengurangan jumlah subrekening di perusahaan efek.

Direktur BNI Securities Jimmy Nyo menyampaikan jumlah subrekening BNI Securities menciut dari 34 ribu menjadi 29 ribu subrekening.

Dari jumlah tersebut, sekitar 2.075 nasabah BNI Securities tercatat sudah memiliki kartu AKSes, namun ada 726 yang gagal mendafarkan diri karena persyaratan administrasi yang kurang lengkap, yakni Kartu Tanda Penduduk (KTP) yang sudah kedaluwarsa.

"Kita harapkan hingga akhir tahun ini seluruh nasabah kita sudah terdaftar di AKSes," ujar Jimmy.
hps/E-1

Sumber: Koran Jakarta, 5 Agustus 2010, Hal 10.

(adv/adv)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads