Ingin Investasi Saham, Tapi Takut Gagal

Ingin Investasi Saham, Tapi Takut Gagal

Advertorial - detikFinance
Jumat, 11 Okt 2013 00:00 WIB
Ingin Investasi Saham, Tapi Takut Gagal
Jakarta -

Cara hidup masyarakat telah berubah dan kebutuhan semakin berkembang. Adanya inflasi juga membuat harga-harga berubah dan cenderung naik. Kita tidak lagi dapat menabung dengan persentase yang sangat besar untuk memperoleh simpanan dana yang dapat menjamin masa yang akan datang. Caranya yang paling pas adalah dengan investasi.

Bentuk investasi ada banyak seperti tabungan, deposito, reksadana, emas atau asuransi atau juga property dan saham. Saham adalah salah satu bentuk investasi yang menarik, bahkan saat ini investor pemula dengan usia yang masih cukup muda pun mulai melirik saham.

โ€œSaham apabila dijalani dengan rutin, akan dapat memberi return yang baik juga. Saat ini ada 24 saham Bursa Efek Indonesia (BEI) yang sudah jadi portofolio investasi asing. Bila ditarik rata-rata dari 2006 sampai 2013 sudah ada sekitar 30-40%. Ini prospek yang baik,โ€ ujar Haidir Musa, Kepala Unit Kajian dan Ekonomi, Divisi Riset BEI pada talk-show Financial Clinic yang diadakan detikFinance bersama Wolipop dan didukung oleh Mandiri Sekuritas dan BEI.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sayangnya saat ini BEI hanya memiliki 400.000 investor yang jumlahnya jauh lebih kecil apabila dibandingkan dengan jumlah pemilik rekening tabungan yang jumlahnya mencapai 60 juta rekening. Padahal menurut Haidir apabila jumlah 400.000 investor naik menjadi satu juta investor, harga saham akan melonjak naik dengan cukup signifikan.

Hal ini karena meski dilirik sebagai lahan investasi prospektif tetap saja banyak investor yang mundur apabila diajak berinvestasi saham. Alasan utamanya adalah karena pengetahuan yang minim soal saham, ketidak percayaan investor yang takut resiko investasi saham.

โ€œMemang sebaiknya sebelum membeli saham investor juga harus mengetahui seperti apa perusahaan tempat berinvestasi, manajemennya dan kinerja keuangannya.,โ€ ujar Ligwina Hananto yang juga turut menjadi pembicara dalam talk-show tersebut. Perencana keuangan independen ini juga menyarankan ada baiknya menggunakan penghasilan-penghasilan tahunan atau sampingan untuk investasi bukan dari gaji bulanan.

Pada kesempatan tersebut Haidir Musa menyampaikan di tahun mendatang BEI akan mengimplementasikan kebijakan dari 1 lot 500 lembar menjadi 1 lot 100 untuk membuka peluang berinvestasi bagi investor retail.

Untuk berinvestasi dengan aman Mandiri Sekuritas sebagai salah satu perusahaan sekuritas terbaik di Indonesia dapat memberikan produk dan layanan sekuritas yang inovatif seperti Securities Underwriting, Corporate Finance, Securities Brokerage, Research dan Investment Management. Mandiri Sekuritas juga didukung oleh tim riset profesional dan berpengalaman serta manajemen resiko yang terukur. Informasi lebih lanjut mengenai layanan investasi melalui Mandiri Sekuritas dapat mengakses www.mandirisekuritas.co.id

(adv/adv)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads