Keempat jenis reksa dana tersebut memiliki karakteristik yang berbeda. Reksa dana saham menempatkan sekurang-kurangnya 80% investasi dalam bentuk efek yang bersifat ekuitas dan prioritas reksa dana ini adalah memberikan capital gain bagi penanam modal dalam jangka panjang.
Sedangkan reksa dana pendapatan tetap menempatkan setidaknya 80% investasi pada obligasi dengan tujuan memberikan tingkat pengembalian yang stabil kepada penanam modal. Reksa dana campuran sesuai dengan namanya menempatkan investasi pada efek bersifat ekuitas, obligasi dan surat berharga lainnya. Jenis reksa dana ini mengutamakan penganekaragaman jenis efek dengan proporsi yang seimbang antara efek ekuitas dan efek utang. Reksa dana yang terakhir adalah reksa dana pasar uang. Reksa dana ini merupakan pilihan yang tepat untuk memenuhi kebutuhan investasi jangka pendek dan memberikan likuiditas yang tinggi. Produk ini sesuai bagi investor yang memiliki profil risiko konservatif.
“Keenam produk reksa dana yang kami luncurkan ini merefleksikan pendekatan kami yang menekankan kepada keunggulan riset dan aspek keamanan dalam berinvestasi. Tentunya juga sesuai dengan karakteristik pasar modal Indonesia,” ujar Sigit Wiryadi, Presiden Direktur Aberdeen Indonesia.
Aberdeen merupakan salah satu perusahaan asset management yang telah lama hadir di Indonesia. Jauh sebelum masuk ke pasar modal melalui akuisisi PT. NISP Asset Management, Aberdeen telah berinvestasi di Indonesia sejak 1987. Total dana kelolaan yang dimiliki Aberdeen hingga saat ini telah mencapai USD 4,7 Miliar. Produk unggulan Aberdeen adalah Aberdeen Indonesia Equity Fund, reksa dana dengan komposisi mayoritas pada saham.
Gaya investasi Aberdeen dikenal tidak spekulatif. Perusahaan ini memiliki pemahaman bahwa investasi memerlukan disiplin dan komitmen tinggi. Setiap perusahaan dimana Aberdeen berinvestasi terlebih dahulu diteliti dan dievaluasi, terutama dari faktor-faktor mendasar yang mempengaruhi masa depan perusahaan.
Sigit Wiryadi, Presiden Direktur Aberdeen Indonesia menambahkan “Selalu ada godaan untuk mengumbar janji pada klien, tapi itu bukan gaya kami. Ketika kami membeli saham sebuah perusahaan, itu bukan karena kami ingin menjualnya ketika harga naik lima sampai sepuluh persen, tapi kami fokus pada jangka panjang dan mengidentifikasi cara perusahaan tersebut menjalankan bisnis serta bagaimana rekam jejak mereka dalam meningkatkan keuntungan dan penghasilan perusahaan. Faktor inilah yang akhirnya akan meningkatkan harga sebuah saham, bukan spekulasi.”
Keenam produk reksa dana Aberdeen telah didistribusikan melalui PT. Bank OCBC NISP. Ke depannya Aberdeen berencana memperluas jaringan distributor produk-produk reksa dana tersebut. Untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi www.aberdeen-asset.co.id.
(Advertorial/Advertorial)











































