Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Yohana Yembise menjelaskan dalam sambutannya, Hari Anak Nasional merupakan momen yang menguatkan posisi dan keberadaan anak-anak sebagai generasi penerus.
"Seluruh anak Indonesia adalah anak kita semua, sehingga menjadi kewajiban seluruh komponen bangsa untuk memastikan tidak ada diskriminasi dan kekerasan yang menimpa mereka. Cinta kasih, keramahan, dan kepedulian kita terhadap seluruh anak harus dimulai dari kehidupan keluarga yang harmonis dan sayang terhadap anak," ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Yohana juga menyampaikan apresiasinya kepada PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk atas inisiatifnya dalam menghimpun dan menyalurkan bantuan konsumen berupa 30.000 kacamata minus gratis bagi anak Indonesia yang membutuhkan.
"Inisiatif perusahaan ritel ini perlu menjadi teladan bagi pengusaha lainnya. Bagi orang awam kacamata bisa jadi dianggap hal yang biasa, namun bagi yang membutuhkan, ini bisa berarti besar," kata Yohana.

President Director Alfamart, Hans Prawira saat menerima piagam Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) mengungkapkan, pencapaian ini merupakan hadiah bagi seluruh anak Indonesia. "Melalui bantuan ini kami berharap anak-anak bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas dan membanggakan," ungkapnya.
Hans meyakini, penglihatan memegang peranan penting dalam keberhasilan belajar anak di sekolah. "Misi kami sederhana, ingin memudahkan anak-anak dalam proses belajar, jangan sampai gangguan penglihatan menghalangi mereka untuk meraih prestasi setinggi-tingginya," ungkapnya.
Untuk itu, pemilik jaringan Alfamart Alfamidi ini berinisiatif untuk menghimpun dan menyalurkan donasi konsumennya bagi masyarakat luas yang membutuhkan. Salah satunya bekerja sama dengan Yayasan Berani Bhakti Bangsa (YBBB), sebuah organisasi yang peduli akan kemajuan pendidikan anak Indonesia, dengan meluncurkan program “Bright Eyes, Bright Future".
"Bantuan ini berasal dari donasi konsumen yang dihimpun selama periode 1 Februari hingga 30 April 2015, yang terkumpul sebesar Rp 6,95 miliar,” jelasnya.
Melalui program ini, perusahaan membagikan sebanyak 30.000 kacamata bagi pelajar yang mengalami gangguan penglihatan jarak dekat, di 30 kota di Indonesia. Rangkaian program dilaksanakan mulai dari pemeriksaan mata hingga pembagian kacamata secara gratis.
Hans menyebutkan, realisasi penyaluran bantuan hingga Juni 2015 telah disalurkan sebanyak 19.231 kacamata kepada pelajar di 211 sekolah di Jabodetabek, Malang, Surabaya, Cirebon, Yogyakarta, Semarang, Serang, Medan, dan Batam. Penerima donasi ini terbanyak adalah pelajar di wilayah DKI Jakarta dengan jumlah 7.285 pelajar.
"Dengan adanya deteksi dini dan pembagian alat bantu, diharapkan gangguan penglihatan, khususnya jarak dekat ini, tidak lagi menjadi penghalang bagi pelajar Indonesia mengukir prestasi terbaiknya," tandas Hans.
(adv/adv)











































