Pertemuan Bilateral Menteri Pertanian dengan Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Kamboja di 37th AMAF Philipines

Pertemuan Bilateral Menteri Pertanian dengan Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Kamboja di 37th AMAF Philipines

Advertorial - detikFinance
Jumat, 11 Sep 2015 00:00 WIB
Pertemuan Bilateral Menteri Pertanian dengan Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Kamboja di 37th AMAF Philipines
Manila -

Pertemuan the 37th AMAF yang berlangsung tanggal 7 sd 12 September 2015 di Manila, merupakan pertemuan tingkat Menteri negara-negara anggota ASEAN yang dilaksanakan setiap tahun secara bergantian guna membahas isu pertanian baik lingkup regional maupun global, seperti food security, climate change, capacity building, investment, research and development, market access dan upaya penanggulan bencana alam. Disela pertemuan the 37th AMAF tersebut, Menteri Pertanian R.I, Amran Sulaiman, melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan Kamboja, H.E. Mr. Ouk Rabun pada tanggal 10 September 2015 di Hotel Peninsula, Makati, Philippines. Pada pertemuan tersebut Menteri Pertanian didampingi oleh Sekjen Kementerian Pertanian. 

Amran Sulamian, menyampaikan kerja sama pelatihan di bidang karantina yang telah dilakukan Indonesia, dan hingga saat ini berjalan secara reguler sejak dimulai dari tahun 2011. Hingga saat ini, jumlah peserta yang telah mengikuti program pelatihan bidang karantina sebanyak 16 orang peserta yang berasal dari berbagai negara, seperti Sri Lanka, Namibia, Papua Nugini, Timor Leste, Sudan, dan Suriname. 

Pada kesempatan pertemuan tersebut Menteri Pertanian mengundang peserta dari Kamboja guna berpartisipasi pada pelatihan karantina yang akan dilaksanakan tahun 2016 dengan topik yaitu: (i) Training on Quarantine Action for carries media of animal quarantine pests and diseases, (ii) Training on Quarantine Action for Ruminant animals, (iii) Training on handling and inspection for animal products (leather), (iv) Training on Quarantine Action for animal products (meat), (v) Training on Heat Treatment, (vi) Training on preparation of pest risk analysis, (vii) Training on surveillance of quarantine pest and diseases, and (viii) Training on Assessment for plant quarantine installation. Dengan partisipasi dari Kamboja, diharapkan kerja sama bidang pertanian kedua negara semakin intensif untuk pembangunan pertanian kedua negara.

Menanggapi pernyataan Menteri Pertanian R.I tersebut, Menteri Pertanian, Kehutanan dan Perikanan Kamboja menyampaikan apresiasi atas kemajuan lembaga pelatihan di Indonesia. Pada kesempatan tersebut pihak Kamboja juga menyampaikan ketertarikannya untuk mengirimkan tenaga perkarantinaannya mengikuti pelatihan di Indonesia. Hal ini sangat penting bagi Kamboja mengingat saat ini sedang berupaya meningkatkan volume export ke berbagai negara tujuan. Amran Sulaiman berjanji akan memfasilitasi penuh seluruh peserta pelatihan dari Kamboja. 

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pertemuan the 37th ASEAN Minister on Agriculture and Forestry (37th AMAF) membahas isu pertanian baik lingkup regional maupun global, seperti food security, climate change, capacity building, investment, research and development, market access dan upaya penanggulan bencana alam. Lingkup kerja sama AMAF tidak hanya pada kawasan negara asia tenggara saja, namun juga telah melakukan kerja sama dengan beberapa negara asia lainnya dalam forum AMAF Plus Three (AMAF+3) dan AMAF+India. Hal ini dilakukan sebagai upaya bersama dalam menghadapi permasalahan global yang semakin sulit dan tidak terduga seperti perubahan iklim, kekurangan pangan dan nutrisi, serta penanganan dampak bencana alam pada sektor pertanian. 

 

Pada pertemuan ini para Menteri Pertanian dan Kehutanan ASEAN menyepakati Visi dan rencana strategis kerjasama ASEAN bidang pangan, pertanian dan kehutanan pasca Masyarakat ASEAN 2015 hingga 2025. Rencana strategis tersebut fokus pada 7 (tujuh) program, yaitu: i) meningkatkan kuantitas dan kualitas produk dengan teknologi berkelanjutan, ii) meningkatkan fasilitasi perdagangan dan integrasi ekonomi, iii) menjamin ketahanan pangan, keamanan pangan, gizi yang lebih baik dan pemerataan distribusi pangan, iv) meningkatkan ketahanan terhadap perubahan iklim dan bencana alam, v) membantu produsen dan UKM meningkatkan produktivitas, teknologi dan kualitas produk untuk memenuhi standar pasar global, vi) memperkuat pendekatan ASEAN pada isu-isu internasional dan regional yang terkait dengan pangan, pertanian dan kehuatanan, dan vii) mempromosikan pengelolaan hutan lestari.

(adv/adv)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads