Dengan dimulainya penggenangan, Bendungan Titab diharapkan dapat segera beroperasi dan membawa manfaat bagi masyarakat disekitarnya, yaitu untuk mengairi Daerah Irigasi Saba dan Puluran seluas 1.794,82 Ha, dan meningkatkan intensitas tanam dari 169% menjadi 275% per tahun. Selain itu, Bendungan Titab berfungsi untuk memenuhi kebutuhan air baku sebesar 350 liter/detik di tiga kecamatan, yaitu Seririt, Banjar dan Busung Biu. Ketiganya berada di Kabupaten Buleleng. Dengan adanya bendungan ini, beberapa destinasi wisata seperti Lovina dan kawasan sentra industri seperti Pelabuhan Telukan Bawang akan memperoleh tambahan supply air baku.
Bendungan Titab yang pembangunan fisiknya dimulai sejak tahun 2011 ini, juga dapat menambah cadangan energi listrik di Kecamatan Busungbiu sebesar 2 x 0.75 MW dan memiliki daerah genangan seluas 68,83 Ha dengan tampungan efektif sebesar 10,08 juta m³ .
Penggenangan Bendungan Titab termasuk ke dalam rencana enam bendungan yang digenangi pada tahun 2015 oleh Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Empat bendungan lainnya yang sudah digenangi adalah Bendungan Rajui ( Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh), Bendungan Jatigede (Sumedang, Jawa Barat), Bendungan Nipah (Sampang, Madura) dan Bendungan Bajulmati (Banyuwangi, Jawa Timur). Satu bendungan lagi yang menunggu waktu proses penggenangan adalah Bendungan Paya Seunara, di Sabang, Aceh. (kompusda)
(adv/adv)











































