"Saya tegaskan lagi, saya baru saja mencopot seorang pejabat eselon tiga karena mencatut nama menteri sebagai pejabat publik. Memalukan! Mencatut nama menteri untuk gratifikasi atau uang lima sampai 10 juta rupiah," kata Mentan Amran Sulaiman kepada pers di Bandung, Jawa Barat pada Kamis (21/7) usai menghadiri sidang promosi doktor Herman Khaeron, Wakil Ketua Komisi IV DPR di Universitas Padjajaran (Unpad) Bandung.
Dia mengingatkan untuk jangan coba-coba melakukan praktik gratifikasi, karena di kementeriannya sudah 'dibentengi' oleh tim KPK dan Kejagung, oknum pejabat Kementan coba mengakali dengan mengarahkan Mentan Amran Sulaiman saat kunjungan kerja ke daerah untuk mengunjungi lokasi tertentu agar Mentan menghadiri seremoni yang digelar oleh perusahaan swasta untuk mendapat 'panggung' dari kunjungan Mentan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurutnya, pengawasan terhadap pejabat nakal di Kementan tetap berlangsung meski di luar jam kantor, dan sampai saat ini sudah lima pejabat eselon dua dan tiga dicopot karena terindikasi melakukan praktik KKN atau menerima gratifikasi.
"Siapa pun yang menyalahi wewenang akan saya tindak tanpa ampun. Langsung saya copot," kata Mentan.
Kepala Biro Humas Kementan, Agung Hendriadi menambahkan sampai saat ini Mentan telah melakukan restrukturisasi organisasi di Kementan melalui mutasi terhadap sembilan pejabat eselon satu dan 60 pejabat eselon dua sejak Amran Sulaiman memimpin Kementan pada 24 November 2014.
"Dalam setiap pertemuannya dengan para staf Kementan di Jakarta maupun di luar kota, Mentan selalu mengimbau agar menggunakan biaya perjalanan dinas dengan baik dan efisien, dan berpesan tidak coba-coba menerima uang dari pihak lain untuk menutupi biaya akomodasi dan konsumsi," kata Agung kepada pers di Bandung.
(adv/adv)
"Siapa pun yang menyalahi wewenang akan saya tindak tanpa ampun. Langsung saya copot," kata Mentan.
Kepala Biro Humas Kementan, Agung Hendriadi menambahkan sampai saat ini Mentan telah melakukan restrukturisasi organisasi di Kementan melalui mutasi terhadap sembilan pejabat eselon satu dan 60 pejabat eselon dua sejak Amran Sulaiman memimpin Kementan pada 24 November 2014.
"Dalam setiap pertemuannya dengan para staf Kementan di Jakarta maupun di luar kota, Mentan selalu mengimbau agar menggunakan biaya perjalanan dinas dengan baik dan efisien, dan berpesan tidak coba-coba menerima uang dari pihak lain untuk menutupi biaya akomodasi dan konsumsi," kata Agung kepada pers di Bandung.











































