Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 06 Sep 2017 00:00 WIB

Indosat Ooredoo Perkuat Jaringan Komunikasi Internasional

Advertorial - detikFinance
Jakarta -

Putusnya jaringan internet beberapa kali pernah terjadi di Indonesia. Faktor yang menjadi penyebab utamanya adalah putusnya kabel serat optik bawah laut. Mulai tersangkut atau terhempas oleh jangkar kapal hingga terjadinya bencana alam di lokasi pusat data. Hal ini menyebabkan terhambatnya semua aktivitas bisnis yang mengandalkan komunikasi melalui internet.

Salah satu solusi untuk mengantisipasi hal tersebut adalah dengan menerapkan diversity jaringan, penyelenggara layanan internet harus memiliki lebih dari satu saluran dan rute yang berbeda termasuk memiliki Point of Presence (POP) di berbagai lokasi.

Dengan begitu, jika satu jalur kabel mengalami gangguan bisa memanfaatkan jalur yang lainnya. Seperti yang dilakukan perusahaan telekomunikasi Indosat Ooredoo dengan beberapa program ekspansi jaringan internasionalnya.

Sambungan Langsung ke Palo Alto Internet eXchange (PAIX) di California, Amerika Serikat

Selain masalah black out karena putusnya kabel bawah laut, Indosat Ooredoo juga mencermati masalah latency (keterlambatan) dalam pengiriman data pada jaringan internet internasional.

Bagi Indosat Ooredoo masalah latency pun bisa teratasi dengan adanya jaringan langsung ke pusat server konten internet yang kebanyakan berada di Amerika. Untuk itulah Indosat Ooredoo membangun PoP di Palo Alto, California, Amerika Serikat.

Penempatan PoP di Palo Alto ini untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan kualitas internet yang tinggi, terutama dalam mengakses content server yang berlokasi di Amerika.

"Ada demand yang besar menginginkan koneksi langsung ke Amerika, kita pilih kota Palo Alto di sisi barat Amerika," terang Group Head Business Products Indosat Ooredoo, Budiharto.

Indosat Ooredoo mengklaim dengan membangun hubungan langsung ke Amerika maka latency dari Jakarta ke PAIX bisa mencapai 200 milisecond.

Untuk mengoperasikan PoP Palo Alto ini, Indosat Ooredoo berkerja sama dengan Equinix agar dapat terhubung langsung dengan PAIX yang ada di sana.

Adapun market yang dituju meliputi perusahaan Indonesia yang memiliki kantor pusat di Amerika dan menempatkan file/hosting di wilayah AS. Selain itu, perusahaan yang membutuhkan akses koneksi yang cepat dalam mengirim atau menerima data dan mengakses konten yang ada di Amerika.

Indigo, Sambungan ke Singapura dan Australia

Untuk memperkuat jaringan internasional di wilayah Asia dan Australia, Indosat Ooredoo membangun sistem komunikasi melalui kabel bawah laut yang dinamai Indigo. Kabel serat optik bawah laut ini akan menghubungkan Singapura, Jakarta, dan Australia. Sistem ini direncanakan akan siap dioperasikan pada kuartal I 2019.

"Indigo itu satu kabel yang panjangnya kurang lebih 4500 kilometer. Kapasitasnya jauh berkali lipat dan menggunakan teknologi terbaru yang bisa expand bertera-tera," papar Budiharto.

Dalam proyek pembangunan kabel bawah laut ini, Indosat Ooredoo bergabung dalam sebuah konsorsium yang terdiri dari operator telekomunikasi dan penyedia konten global seperti Superloop, Google, Telstra, Singtel, dan AARnet Australia dengan kapasitas 19.2-24 Tbps.

Tujuan pembangunan jaringan bawah laut ini adalah sebagai pembaruan jaringan kabel laut SMW3 (Singapura-Jakarta) yang sudah dimiliki Indosat Ooredoo sebelumnya.

Selain untuk mengurangi risiko blackout karena putusnya jaringan di titik lain, tujuan lainnya adalah untuk menambah kapasitas bandwidth bagi layanan connectivity Indosat Ooredoo Business seperti International Private Link, International Ethernet Private link, IP transit, dan layanan Dedicated Internet.

Trans Nusantara, Sambungan Langsung Jakarta-Hongkong

Indosat Ooredoo akan membangun jaringan serat optik yang disebut dengan Trans Nusantara Fiber Optic Network. Sistem kabel optic ini akan menghubungkan Jakarta, Malaysia, Brunei, hingga Hong Kong melalui Pontianak, Kalimantan Barat. Rencananya mulai diimplementasikan pada semester I 2018.

"Ini membuktikan Indosat Ooredoo mempunyai jaringan yang beragam. Kita bisa gunakan itu untuk pelanggan yang mengharapkan koneksi yang andal," jelas Division Head Datacomm & Internet Solution Indosat Ooredoo, Andri Fisaterdi di kantornya, Wisma Antara, Jakarta Pusat, Rabu (19/7/2017).

Menariknya, tidak seperti jalur lain yang mengarahkan kabel ke hub content server di Singapura. Indosat Ooredoo dapat mengandalkan Hong Kong sebagai alternatif pusat hub content server internasional.

"Kalau Singapura ada bencana alam atau kabel putus, untuk itu Indosat Ooredoo punya plan backup, yaitu Hongkong melalui Trans Nusantara," lanjut Andri.

Andri mengatakan adanya jalur di kawasan ini membuka kesempatan lebih besar untuk perusahaan yang mempunyai hub content server di Hong Kong.

"Di sini banyak juga potensi menghindari adanya black out, semua relatif lebih aman. ini benefit untuk pelanggan dalam mengakses konten yang ada di Hong Kong sehingga akan lebih cepat," tuturnya.

Lebih jelas Landing Station & Point of Presence (PoP) yang akan dilalui Trans Nusantara adalah:

1. Jakarta, Pontianak (Indonesia)

2. Kuching, Miri (Malaysia)

3. Tungku (Brunei)

4. Hong Kong (Deep Water Bay)

Untuk mewujudkan kabel laut Trans Nusantara ini, Indosat bekerja sama dengan Trans Hybrid Communication dan Danawa.

Bagi para pebisnis dan korporasi yang ingin mendapatkan informasi lebih lanjut tentang layanan Connetivity/Data Communication dapat menghubungi nomor telepon 08151201-8888 atau kunjungi indosatooredoo.com/connectivity dan e-mail ke info.business@indosatooredoo.com.

(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com