Tidak hanya itu, nantinya akan dibangun gedung opera yang dibangun yang akan mampu menyaingi Sydney Opera House. Sydney Opera House adalah gedung yang berbentuk seperti cangkang kerang berlokasi di Bennelong Point di Sydney Harbour dekat Sydney Harbour Bridge, Australia.
Desain Sydney Opera House dibuat oleh Jorn Utzon dari Denmark pada 1955. Utzon memenangkan sebuah sayembara pembuatan desain gedung megah ini. Gedung ini diresmikan oleh Ratu Elizabeth II pada 20 Oktober 1973. Gedung ini juga masuk ke dalam daftar situs warisan dunia UNESCO pada 2007.
Di ruang utama orkestra, terdapat panggung besar dengan warna serba merah ditempatkan di bagian depan dengan latar belakang pipa-pipa besi besar dan beratapkan lampu-lampu kaca besar.
Ruangan ini bisa menampung sekitar 2.679 penonton pertunjukan. Di sini terdapat ruangan lainnya, seperti Concert Hall, Joan Sutherland Theatre, Drama Theatre, Playhouse, The Studio, dan Utzon Room. Opera House juga memiliki beberapa restoran dan kafe yang terletak di dalam gedung maupun di lingkungan areanya.
Berbeda dengan Sydney Opera House yang menyatu dengan suasana pelabuhan, gedung opera di Meikarta akan memanfaatkan pemandangan dari Central Park, sebuah ruang terbuka hijau yang dibangun di atas lahan seluas 100 hektare.
Di lahan hijau tersebut tengah dibuat danau seluas 25 hektare. Keindahan taman dan danau bila disatukan dengan gedung opera akan menjadi sebuah area wisata yang tidak kalah menarik dengan gedung opera di Sydney. Sehingga wisatawan dari Asia Tenggara tertarik untuk berkunjung dan menonton atraksi teater lokal atau internasional. (adv/adv)











































