Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 12 Nov 2018 00:00 WIB

Potensi Investasi di Bandara Kawasan Asia

Advertorial - detikFinance
Foto: dok. Jon Tyson Foto: dok. Jon Tyson
Jakarta -

Asia menjadi kawasan dengan pertumbuhan lalu lintas udara terbesar di dunia, yakni mencapai 36,5% dari total global pada 2017 dan diproyeksikan meningkat hingga 45% pada 2036. Selain itu, lebih dari setengah pertumbuhan penumpang transportasi udara dunia juga didominasi oleh Asia sekaligus menjadikan tiga bandar udara (bandara) Asia sebagai yang tersibuk di dunia.

Proyeksi pertumbuhan tersebut didorong oleh semakin besarnya jumlah penduduk Asia, meningkatnya fasilitas maskapai penerbangan bertarif rendah, serta peningkatan pendapatan per kapita masyarakat kelas menengah yang memicu penggunaan transportasi udara.

Seiring proyeksi peningkatan tersebut, pengembangan infrastruktur penerbangan perlu dilakukan untuk meningkatkan kapasitas bandara. Empat bandara terbaik Asia, yakni Bandara Dubai (Emirat), Tokyo Haneda (Jepang), Indira Gandhi (India), dan Soekarno Hatta (Indonesia), terus diperluas karena telah melayani lebih dari 90% pergerakan penumpang atau melebihi kapasitas.

Untuk meningkatkan kapasitas bandara dapat dilakukan dengan membangun bandara baru, memperluas area bandara, serta meningkatkan fasilitasnya. Dengan demikian, investasi adalah jalan keluarnya.

"Hingga dua dekade mendatang, Asia membutuhkan investasi sebesar US$ 500 miliar untuk mengembangkan infrastruktur di puluhan bandara," kata et.al analis DBS Group Research, Paul Yong, dalam laporan berjudul 'Asia Airports' yang dipublikasikan Oktober 2018.

Peningkatkan dan pengembangan infrastruktur bandara perlu dilakukan dengan cepat. Maka dibutuhkan campur tangan investor untuk meminimalisasi pengeluaran pemerintah dan meningkatkan efisiensi operasional.

Potensi investasi terbuka lebar seiring peningkatan pengguna transportasi udara di Asia. Hong Kong International Airport, Seoul Incheon International Airport, dan Changi Airport Group menjadi perusahaan bandara dengan pendapatan terbesar di Asia Pasifik sekaligus menjadi referensi bagi para investor pengembangan bandara.

Di Indonesia, Angkasa Pura I dan II turut menjadi salah satu dari 13 perusahaan bandara berpendapatan paling besar di Asia Pasifik. Untuk hasil riset lainnya, kunjungi situs go.dbs.com/asianinsights.

(adv/adv)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed