KUR BRI Bikin Nasabah di Sinabang Naik Kelas

Advertorial - detikFinance
Sabtu, 28 Sep 2019 00:00 WIB
Kepala Unit BRI Sinabang Deny Syahputra (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)
Jakarta - Berbatasan dengan Samudera Hindia langsung, warga di Kota Sinabang, Simeulue Aceh mayoritas punya mata pencaharian sebagai nelayan. Namun, Simeulue adalah pulau yang unik. Tanahnya juga subur ditanami kelapa, padi dan juga cengkeh.

Untuk menggerakkan roda perekonomian di pulau dengan luas 2.051 km persegi itu, masyarakat memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diberikan oleh PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI).

Selain untuk modal usaha, para nelayan juga memanfaatkan KUR untuk memenuhi pengadaan kapal mereka. Di Kabupaten Simeulue, BRI hadir dengan satu kantor unit yang berada di pusat kota Sinabang.

Kepala Unit BRI Sinabang Deny Syahputra mengatakan per Juli 2019, sudah ada Rp 12,2 miliar dana KUR yang tersalurkan untuk warga Pulau Simeulue. Mayoritas KUR terdiri dari sektor perkebunan, dan juga nelayan.

"Di sini ada (KUR) untuk kelapa,di sini (usahanya) bagus. Karena nasabah BRI yang kelapa ini langsung jual ke pabriknya. Kedua cengkeh, lancar juga. Karena mungkin panennya setahun sekali kan," jelas Deny beberapa waktu lalu.

"Ke depan yang prospeknya bagus kelapa sawit, kebetulan pabrik kelapa sawit juga ada jadi bagus," lanjutnya.

KUR BRI Bikin Nasabah di Sinabang Naik KelasRasudin, nasabah KUR BRI yang Punya Usaha Pengolahan Kelapa (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)

Salah satu nasabah BRI unit Sinabang adalah Rasudin. Ia memiliki usaha pengolahan kelapa. Diceritakan Rasudin, awalnya ia meminjam KUR di BRI sebesar Rp 20 juta. Uniknya, ia menggunakan kredit untuk membeli lahan.

"Pertama kali pinjam Rp 20 juta. Saya pakai untuk membeli lahan," tuturnya.

Bukan tanpa alasan, ia memilih untuk membeli lahan sebagai tabungan modal usahanya ke depan. Saat ini, ia memang tengah menjalankan usaha pengolahan kelapa yang dijual ke pabrik.

"Jadi sebenarnya pabrik di Aceh (Simeulue) hanya ada dua. Satu VCO (Virgin Coconut Oil) dan tepung. Kelapa saya lebih dijual untuk menjadi tepung meski kecil. Tergantung pabriknya yang mana," kata Rasudin.

Kini, usaha rumahan lelaki yang sudah memasuki usia kepala lima ini sudah mampu mempekerjakan 20 orang. Semuanya terdiri dari ibu-ibu di sekitar tempat tinggalnya.

"Saya bangga bisa membuka lapangan pekerjaan di sini, walaupun hidup saya pas-pasan. Dulu saya melaut, hidupnya senang 30 tahun lebih. Saya ga pernah terpikir buat beli tanah dan dijadikan lahan produktif," ungkapnya.

KUR BRI Bikin Nasabah di Sinabang Naik KelasWahyuni, nasabah kredit BRI di Simeulue (Foto: Rifkianto Nugroho-detikcom)

Lain Rasudin lain lagi Wahyuni (38). Bersama sang suami, wanita yang akrab disapa Ayu ini memulai usahanya kecil-kecilan. Setelah usahanya mulai berkembang, Ayu lalu memberanikan diri untuk meminjam modal ke BRI.

"Saya bilang sama suami, 'Pak kita tuh gak bisa lepas dari bank mau gimana pun'," kenangnya saat menirukan ucapannya kepada suami.

Dulu, ia ragu untuk meminjam uang ke bank. Namun, karena kondisi usahanya yang butuh pengembangan akhirnya ia pinjam KUR dengan nilai Rp 150 juta dengan tenor dua tahun.

"Alhamdulillah lancar, dan usahanya juga jadi (besar) seperti sekarang," ungkapnya.

Semula, ia menggunakan KUR untuk membuat penampungan hasil tangkapan laut seperti ikan, udang dan lobster. Kini, ia pun mengambil kredit komersil yang besar untuk digunakan buat membeli kapal nelayan.

Wahyuni dan sang suami kini telah memiliki enam kapal dan mampu membuat pabrik es batu yang dijual ke seantero pulau. (adv/adv)