Punya Potensi Bisnis Tinggi, 6 Developer Bentuk Komite Timur Jakarta

Advertorial - detikFinance
Kamis, 03 Okt 2019 00:00 WIB
Pimpinan 6 pengembang saat konferensi pers terkait Komite Developer Koridor Timur Jakarta (Foto: Dok Jababeka)
Jakarta - Sebanyak enam pengembang properti di kawasan koridor Timur Jakarta bersepakat membentuk Komite Koridor Timur Jakarta pada Selasa, (1/10/2019). Komite Developer Koridor Timur ini terbentuk dari hasil tukar pikiran bersama antara sesama pengembang di wilayah Timur Jakarta dan menjadi suatu terobosan baru di sektor properti.

Pada pertemuan ini keenam pengembang ini bersinergi dan menyampaikan berbagai kelebihan yang dimiliki oleh kawasan koridor Timur Jakarta yang membentang dari Bekasi, Cikarang, dan Karawang. Adapun keenam developer yang menandatangani surat pengukuhan Komite Developer Koridor Timur Jakarta pada adalah Albert Luhur (PT. Summarecon Agung Tbk), Suteja S Darmono (PT. Jababeka Tbk), Alexander Yasa (PT. Lippo Cikarang Tbk), Suranto Tjhai (PT. Sirius Surya Sentosa), Maikel Tanuwidjaja (PT. Pollux Properti Indonesia), dan Taufik Hidayat (PT. PP Properti Tbk).

Saat ini, kawasan Koridor Timur Jakarta dengan luas mencapai 10.000 hektare ini tumbuh menjadi aset properti unggulan yang di dalamnya sudah dilengkapi dengan pusat bisnis, gaya hidup, destinasi hunian, pusat industri, dan pusat lapangan pekerjaan.

Pengembangan pesat dan lengkapnya fasilitas yang menjamin kenyamanan hidup memberikan dampak pada permintaan dan kebutuhan hunian. Keenam pengembang properti di Timur Jakarta ini pun turut menyumbang dalam pemenuhan kebutuhan pasar tersebut

Koridor Timur Jakarta yang menjadi jantung perekonomian negara ini memiliki segudang potensi bisnis yang tinggi serta destinasi hunian ideal lengkap dengan berbagai fasilitas. Mulai dari fasilitas kesehatan, pendidikan, pusat perbelanjaan, pusat kuliner, dan rekreasi keluarga.

Tak hanya itu, sedikitnya terdapat 10 infrastruktur baru yang dibangun dalam kawasan ini, yakni Tol Becak-ayu seksi 2B, Elevated Highway Jakarta-Cikampek, Kereta Cepat Jakarta-Bandung, MRT, LRT, Tol JORR tahap 2, APM, KRL Commuter Line Double-Double Track, Pelabuhan Patimban, dan Bandara Internasional Kertajati.

Punya Potensi Bisnis Tinggi, 6 Developer Bentuk Komite Timur Jakarta

Pembangunan infrastruktur di kawasan timur Jakarta (Foto: Dok Jababeka)

Infrastruktur yang lengkap menjadi faktor yang penting dalam suatu kawasan untuk berkembang dan menjadi penopang utama dalam sektor properti. Di negara maju, infrastruktur menjadi faktor utama yang akan menaikkan nilai investasi dari suatu properti.

"Infrastruktur di Koridor Timur Jakarta paling lengkap dan paling siap dibandingkan kawasan lainnya dan siap mendongkrak nilai kawasan tersebut," ungkap GM Sales & Marketing PT. Sirius Surya Sentosa, Suranto Tjhai.

Hal ini selaras dengan pendapat Maikel Tanuwidjadja selaku Sales & Marketing Director PT. Pollux Properti Indonesia. Menurutnya, kawasan koridor Timur Jakarta merupakan kawasan seksi dengan perkembangan infrastruktur yang begitu masif.

Adapun Executive Director PT.Summarecon Agung Tbk Albert Luhur berharap melalui Komite Koridor Timur Jakarta ini, sejumlah pengembang dapat bersinergi untuk menyampaikan berbagai kelebihan atau plus point yang ada di koridor Timur Jakarta. Selain itu, keberadaan komite ini bertujuan untuk meluruskan image masyarakat yang kurang tepat mengenai koridor Timur Jakarta yang selama ini identik dengan kemacetan dan kawasan industri.

Punya Potensi Bisnis Tinggi, 6 Developer Bentuk Komite Timur Jakarta

Komite Developer Koridor Timur ini terbentuk dari hasil tukar pikiran bersama (Foto: Dok Jababeka)

Hal senada disampaikan Director PT.Jababeka Tbk Suteja S. Darmono. Menurutnya, image kemacetan sebenarnya tidak tepat. Sebab macet itu lebih dikarenakan adanya pembangunan infrastruktur. Ke depannya, kemacetan tersebut nantinya akan berakhir seiring selesainya pembangunan infrastruktur tersebut.

"Nah, terkait image sebagai kawasan industri, yang patut diingat koridor timur itu adalah light to medium industry yaitu kawasan industri yang ringan atau tidak menciptakan polusi seperti daerah industri lainnya. Sehingga sangat nyaman sebagai kawasan hunian," ucapnya.

Sedangkan Direktur PT. PP Properti Tbk Taufik Hidayat President menguatkan pernyataan Suteja. Menurutnya, koridor Timur Jakarta memiliki polusi yang rendah dan memiliki beragam fasilitas unggulan di dalamnya sehingga kawasan ini menjadi kawasan yang layak untuk dihuni dan destinasi investasi unggulan di Indonesia.

Pertemuan keenam pengembang ini dihadiri juga oleh Ali Tranghanda selaku CEO Indonesia Property Watch dan Lukas Bong selaku Ketua umum DPP Arebi yang menjadi moderator. Menurut Ali, meskipun sempat tertinggal dibanding wilayah Barat Jakarta, kini koridor Timur Jakarta ini menjadi lirikan banyak orang.

Kata Ali, apalagi setelah pembangunan infrastruktur yang masif dan menjadi pintu gerbang penghubung Jakarta dengan berbagai kota besar di Jawa. Selain itu, pengukuhan komite developer Timur Jakarta ini mendapat sambutan yang sangat baik dari berbagai pihak, salah satunya dari AREBI selaku broker real estate ternama.

"Kami menyambut cukup baik dengan terbentuknya komite ini karena dengan begitu dapat meningkatkan penjualan properti semakin bergairah lagi," ucap Lukas. (adv/adv)