"Video mapping juga sebagai bentuk agar masyarakat tidak gagap teknologi di era digitalisasi saat ini," kata Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam keterangan tertulis.
Menurut Khofifah, ditampilkannya video mapping Gedung Negara Grahadi merupakan komitmen Pemprov Jatim dalam memberikan percepatan layanan publik secara digitalisasi dan informasi kepada masyarakat. Selain itu, juga untuk menyampaikan kepada masyarakat seperti apa bentuk dari teknologi 4.0.
"Video mapping menampilkan perjalanan Grahadi sebagai gedung negara dari tahun ke tahun," ujarnya.
![]() Foto: Dok. Pemprov Jatim |
Khofifah mengatakan Pesta Rakyat yang diselenggarakan di depan Gedung Negara Grahadi adalah sebagai bentuk bahwa gedung bersejarah tersebut untuk rakyat. Di gedung tersebut bisa dilihat berbagai upaya yang dilakukan pemerintah untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat. Pesta Rakyat menjadi ajang melihat secara dekat kegembiraan masyarakat akan hiburan yang ditampilkan.
"Indikator kenyamanan dan keamanan dilihat dari senyum masyarakat. Jadi dengan adanya senyum di masyarakat, menjadi bukti bahwa Jatim aman dan nyaman," lanjutnya.
![]() Foto: Dok. Pemprov Jatim |
Pada kesempatan itu, Khofifah berharap semua desa di Jatim sudah bebas dari ketertinggalan. Setidaknya masih ada 360 desa pada posisi tersebut. Pihaknya telah mengajak semua perguruan tinggi, baik dari Jatim maupun dari provinsi lain untuk ikut serta berbagai rekomendasi agar Jatim terbebas dari desa tertinggal.
"Konektivitas menjadi bagian penting, oleh sebab itu dengan adanya konektivitas teknologi di desa-desa informasi yang bertujuan untuk membangun desa bisa segera tersampaikan," tambahnya.
Pada gelaran Pesta Rakyat ini masyarakat disuguhkan berbagai hiburan mulai penampilan group band Godbless, Kla Project dan artis Eva Celia.
Selain itu, masyarakat diajak menikmati makanan-makanan gratis yang disediakan di stand stand sekitar panggung.
(adv/adv)













































