Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 08 Nov 2019 00:00 WIB

Ini Sosok yang Jaga Aliran Listrik di Krayan Nunukan Tetap Nyetrum

Advertorial - detikFinance
Junior Operasi Pembangkit Unit Layanan Krayan, Mochamad Fadel (Foto: Pradita Utama/detikcom)
Jakarta - Tangan Mochamad Fadel (24) berlumuran oli saat menyambut tim detikcom di Kantor Unit Layanan PLN Krayan. Bukan hanya tangan, melainkan sekujur baju seragam dan celananya pun berubah menjadi warna hitam.

Rupanya, Fadel baru saja membuka carter oli, melepas head cylinder dan injector, juga membersihkan radiator di mesin diesel milik PLTD Krayan.

Tiga buah mesin ini seakan menjadi teman sehari-hari Fadel yang paling setia. Ibarat pacar, mungkin Fadel yang paling mengerti cara mengatasi mesin diesel itu ketika sedang 'ngambek'.

Di kantor Unit Layanan ini, Fadel didampingi oleh beberapa pegawai lain. Di antaranya satu penanggung jawab jaringan dan 7 orang operator.

"Saya kepala koordinator sekaligus penanggung jawab di bagian mesin," kata Fadel saat memperkenalkan diri.

Badannya boleh saja mungil, namun tanggung jawab serta pekerjaan Fadel sangat besar bagi kelangsungan kehidupan warga Krayan.

Sebagai Junior Operasi Pembangkit Unit Layanan Krayan, Mochamad Fadel bertugas melakukan maintenance mesin dan memastikan kelancaran arus jaringan tegangan tinggi ke jaringan tegangan rendah hingga listrik sampai ke rumah-rumah warga.

Di samping itu, ia juga bertugas memastikan pemakaian listrik pelanggan tanpa ada tegangan yang drop.

Meski umurnya masih terbilang muda, Fadel mengaku tak keberatan saat diminta bertugas ke Krayan, Kalimantan Utara. Ia ditugaskan pada Maret 2019. Ketika itu, Krayan hendak melakukan pemasangan listrik di wilayah Long Midang.

"Namanya tugas tidak bisa ditolak, saya terima saja," tuturnya.

Ini Sosok yang Jaga Aliran Listrik di Krayan Nunukan Tetap NyetrumFadel Saat Melakukan Maintenance Jaringan (Foto: Pradita Utama/detikcom)

Fadel bertanggung jawab untuk mengawasi tiga buah mesin diesel berkapasitas 450 kilowatt (kW). Jika ada gangguan, ia langsung melakukan pengecekan dan membereskannya.

Apabila kerusakannya parah dan perlu waktu untuk mengganti material, maka mau tidak mau harus dilakukan pemadaman bergilir sementara waktu sembari menunggu material datang.

"Kayak kemarin itu gangguan injector, vanbelt putus sama alternator gak nge-charge," ujarnya.

Kata Fadel, vanbelt memang alat yang kecil. Namun alat ini adalah penghubung antara pompa pendingin, alternator dan kipas.

Fadel bercerita ia sudah berkecimpung di dunia permesinan sejak sekolah menengah atas. Tingkat kemutakhiran mesin diesel, lanjut Fadel, bukanlah faktor penting terjaminnya pasokan listrik. Namun yang terpenting adalah pemeliharaan material secara continue.

"Kalau enggak ada vanbelt, (mesin) nggak bisa bekerja," kata dia.

Selain untuk PLTD, di kantor ini pula ia tinggal bersama satu orang pegawai PLN bernama Tito yang merupakan koordinator jaringan. Mereka sama-sama berasal dari Pulau Jawa. Seluruh kegiatan administrasi seperti pendaftaran pemasangan daya listrik pelanggan baru dilakukan di kantor ini. Beruntung, kantor ini sudah terpasang wifi sehingga cerita tentang sulitnya akses informasi di perbatasan sudah nihil.

Menjaga Kedaulatan Negara Lewat Listrik di Perbatasan

Bicara soal kedaulatan negara, apalagi di wilayah perbatasan adalah harga mati nilainya. Hal ini tidak hanya berlaku bagi para TNI/Polri saja, melainkan seluruh warga negara Indonesia.

Listrik dan infrastruktur adalah bagian dari kedaulatan negara yang tak boleh direnggut oleh bangsa lain.

Memiliki pekerjaan yang jauh dari kampung halaman tentu sering membuat Fadel rindu rumah. Namun itu lah takdir yang harus ia jalani.

Satu hal yang ia sadari, tugas serta pengalaman tinggal di perbatasan ini justru menguatkannya, terutama dalam mengambil keputusan-keputusan dalam hidup di usia yang masih terbilang muda.

Pada usia yang baru menginjak 24, Fadel menyebut bisa hidup lebih mandiri. Tinggal di perbatasan juga membuatnya bisa mempelajari beraneka ragam suku dan budaya di Indonesia.

"Yang pasti orang-orang di Krayan ini sangat baik hatinya dan (kebaikan) mereka tulus walaupun saya ini hanya pendatang," tuturnya.

Fadel hanya bisa kembali ke kampung halamannya di Balikpapan setiap enam bulan sekali. Itu pun ia harus memastikan kalau jaringan di Krayan bekerja dengan lancar.

"Kalau mau pulang bisa, tetapi saya harus pastikan jaringan aman dan material aman," tuturnya.

Sesuai surat tugas, ia akan menjaga kemerdekaan listrik di Krayan selama dua tahun masa bakti. Selain memberinya pengalaman luar biasa, ia pun mengaku bangga dengan tinggal di perbatasan rasa saling memiliki Indonesia sebagai bangsa dan nasionalismenya menjadi semakin kuat.

detikcom bersama PLN mengadakan program Tapal Batas yang mengulas mengenai perkembangan infrastruktur listrik, perekonomian, pendidikan, pertahanan dan keamanan, hingga budaya serta pariwisata di beberapa wilayah terdepan.

Ikuti terus berita tentang ekspedisi di pulau-pulau terdepan Indonesia di tapalbatas.detik.com!

(adv/adv)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com