Taat Kelola Lingkungan, Pupuk Kaltim Raih Proper Emas Ke-5 dari KLHK

Advertorial - detikFinance
Kamis, 30 Des 2021 00:00 WIB
adv
Foto: Dok. Pupuk Kaltim
Jakarta - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) berhasil mendapatkan kategori 'Emas' dalam Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) Nasional dari KLHK untuk kelima kalinya. Pupuk Kaltim dinilai konsisten dalam menjalankan komitmen tata kelola lingkungan yang harmonis dengan pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Penghargaan tersebut diserahkan oleh Wakil Presiden RI, K.H. Ma'ruf Amin didampingi Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar kepada Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi, Selasa (28/12) di Jakarta. Dalam acara penganugerahan tersebut, Ma'ruf Amin mengapresiasi perkembangan Proper yang telah menjadi platform bagi dunia usaha dalam melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau. Ia pun berharap dunia usaha turut menyukseskan Presidensi G20 Indonesia 2022.

"Dalam rangka Presidensi Indonesia di G20, Indonesia harus dapat memberikan contoh dalam bekerja sama mengatasi perubahan iklim dan mengelola lingkungan secara berkelanjutan dengan tindakan nyata. Penanganan perubahan iklim harus bergerak maju seiring tantangan global lainnya, seperti pengentasan kemiskinan dan pencapaian target SDGs," ungkap Ma'ruf Amin dalam sambutannya.

"Saya mengharapkan peran aktif kalangan dunia usaha dalam mengatasi masalah perubahan iklim dan pengelolaan lingkungan berkelanjutan, salah satunya adalah, agar pelaku industri turut berpartisipasi dalam rencana target Indonesia (FoLU) Forestry and Other Land Use Net Shink 2030, karena Indonesia berkomitmen tinggi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca serta target Indonesia Net Zero Emission 2060," imbuhnya.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Kaltim Rahmad Pribadi mengatakan pihaknya menaruh perhatian besar pada upaya mewujudkan kelestarian lingkungan Indonesia. Ia menyebut Pupuk Kaltim menerapkan standar tertinggi pengelolaan lingkungan.

"Sejalan dengan roadmap PKT 40 tahun ke depan akan bisnis yang berkelanjutan, orientasi produksi dan operasional perusahaan ada pada keseimbangan people, planet, dan profit dengan penerapan prinsip ESG. Karena itu kami menggunakan standar tertinggi dalam pengelolaan lingkungan, sehingga sebagai perusahaan petrokimia dan pupuk yang memiliki kompleksitas produksi yang cukup rumit, kami tetap mampu mempertahankan peringkat emas," ungkap Rahmad dalam keterangan tertulis, Rabu (29/12/2021).

"Selain itu, dalam aspek sosial yang juga merupakan salah satu faktor penting dalam penilaian ini, kami berupaya agar program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh PKT tidak hanya mampu meningkatkan taraf hidup tetapi juga menciptakan kemandirian masyarakat," sambung Rahmad.

Sederet prestasi telah diperoleh PKT atas usahanya mengedepankan lingkungan sebagai ujung tombak keberlanjutan industri. Dengan menerapkan standar global, di tahun 2021 PKT menjadi perusahaan pertama di Asia Tenggara yang mempublikasikan sertifikat produk ramah lingkungan atau Environmental Product Declaration (EPD) dari EPD Southeast Asia.

Di samping itu, upaya PKT dalam meningkatkan kualitas lingkungan diwujudkan dengan melakukan kajian Life Cycle Assessment (LCA) dengan batasan sistem cradle to grave yang diintegrasikan dengan inovasi program berkelanjutan.

Rahmad menambahkan setiap tahunnya PKT terus berupaya meningkatkan performa kinerja lingkungan yang lebih baik. Hal tersebut dilakukan dengan melakukan efisiensi energi dan air, mencapai target penurunan emisi, menerapkan reduce, reuse, recycle (3R) limbah B3 dan limbah padat non B3, melakukan upaya perlindungan hayati dengan reintroduksi anggrek hitam sebagai tanaman endemik Kalimantan, membibitkan 12.556 tanaman langka, konservasi Rusa Sambar hingga penanaman mangrove sebanyak 335.167 pohon dan penurunan 500 terumbu buatan setiap tahun dimulai dari tahun 2011.

"Upaya tersebut dilakukan sebagai wujud perlindungan dan pelestarian sumber daya alam yang berkelanjutan dan konsisten. Hasil dari upaya pelestarian lingkungan tentu saja menjadi tabungan kekayaan alam yang tidak ternilai harganya bagi generasi penerus kita semua," tutur Rahmad.

Selain lingkungan, ulas Rahmad, PKT juga memberdayakan masyarakat sebagai wujud harmonisasi lingkungan industri dengan masyarakat. Pada upaya meningkatkan taraf hidup serta kemandirian masyarakat, PKT tak lupa pula mengangkat nilai budaya berupa kearifan lokal yang diolah dengan keunikan sehingga menjadi ciri khas dari keterpaduan sistem perekonomian kemasyarakatan.

Perwujudan dari program pemberdayaan itu, antara lain program Kampung Herbal yang dalam pelaksanaannya PKT membimbing kelompok masyarakat Ma'rifah Herbal untuk memiliki lini usaha pembibitan, produksi, spa, eduwisata, serta katering lewat program Budidaya Tanaman Obat Keluarga (Budiman Oke). Inovasi sosial ini telah direplikasi di beberapa tempat dan mendapatkan penghargaan produktivitas paramakarya dari Kemnaker RI pada November 2021.

Selain itu, tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs) dengan 17 indikator, telah diimplementasikan PKT. Beberapa program terkait implementasi SDGs pun telah menunjukkan hasil signifikan, baik untuk upaya menjaga lingkungan dan pesisir, maupun tingkat kesejahteraan masyarakat dari pemberdayaan yang berjalan.

"Sebagai agen pembangunan, sudah merupakan tanggung jawab kami untuk turut maju bersama dengan masyarakat. PKT secara proaktif akan terus menciptakan program-program pemberdayaan masyarakat yang akan membangun kemandirian sehingga memberikan hasil yang berkelanjutan," urai Rahmad. (adv/adv)